Pengamatan hilal untuk menentukan awal Syawal 1446 Hijriah di Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung (Unisba) di Observatorium Albiruni, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Sabtu (29/3 2025). Kegiatan ini dilakukan bersama Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat serta Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Provinsi Jawa Barat. Observatorium Albiruni menjadi salah satu titik resmi pengamatan hilal. Hasil kegiatan ini akan dilaporkan kepada Kementrian Agama sebagai bahan sidang Isbat 1 Syawal 1446 H.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalimantan Timur untuk pertama kali menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) awal Ramadhan 1447 Hijriah di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq, di Samarinda, Selasa (17/2/2026), menjelaskan bahwa pemantauan di IKN dijadwalkan pada Selasa sore mulai pukul 16.00 WITA. Titik ini menjadi bagian dari 133 lokasi pemantauan hilal serentak di seluruh Indonesia.
“Kami bekerja sama dengan Kemenag Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Lokasi pengamatan dipilih secara khusus agar jarak pandang optimal, kemungkinan besar di Rusun ASN 1 karena posisinya cukup tinggi,” ujarnya.
Abdul Khaliq menegaskan, selain di IKN rukyatul hilal tetap dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Di Samarinda, pemantauan berpusat di menara Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center.
Menurut dia penentuan awal Ramadhan tahun ini mengacu pada kriteria MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yakni ketinggian hilal minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
“Jika sore ini hilal terlihat di atas kriteria tersebut, maka awal puasa jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Namun jika tidak, maka Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), sehingga puasa dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026,” jelasnya.
Proses rukyatul di IKN melibatkan BMKG untuk perhitungan astronomis presisi serta Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hasil pemantauan dari seluruh titik di Kaltim akan langsung dilaporkan ke Jakarta sebagai bahan pertimbangan Sidang Isbat
Abdul Khaliq mengimbau masyarakat untuk menjaga toleransi dalam menyambut bulan suci.
“Kami mengimbau masyarakat Kaltim untuk saling menghormati, khususnya dalam menjaga kekhusyukan ibadah puasa,” jelasnya.
sumber : ANTARA

3 hours ago
5















































