Mereka Menguasai Dunia, Tapi Langit Tak Berkabung

1 hour ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Allah berfirman dalam Surah Ad-Dukhan Ayat 23–29 berikut ini:

فَأَسْرِ بِعِبَادِى لَيْلًا إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ

fa asri bi‘ibādī lailan innakum muttaba‘ūn

23. “Maka berjalanlah kamu dengan membawa hamba-hamba-Ku pada malam hari, sesungguhnya kamu akan dikejar.”

وَٱتْرُكِ ٱلْبَحْرَ رَهْوًا ۖ إِنَّهُمْ جُندٌ مُّغْرَقُونَ

watrukil-baḥra rahwan, innahum jundum mughraqūn

24. “Dan biarkanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan.”

كَمْ تَرَكُوا۟ مِن جَنَّٰتٍ وَعُيُونٍ

kam tarakū min jannātiw wa ‘uyūn

25. “Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan,”

وَزُرُوعٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ

wa zurū‘iw wa maqāming karīm

26. “Dan kebun-kebun serta tempat-tempat yang indah-indah,”

وَنَعْمَةٍ كَانُوا۟ فِيهَا فَٰكِهِينَ

wa na‘matin kānū fīhā fākihīn

27. “Dan kesenangan-kesenangan yang mereka menikmatinya,”

كَذَٰلِكَ ۖ وَأَوْرَثْنَٰهَا قَوْمًا ءَاخَرِينَ

każālik, wa auraṡnāhā qauman ākhārīn

28. “Demikianlah. Dan Kami wariskan semua itu kepada kaum yang lain.”

فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ ٱلسَّمَآءُ وَٱلْأَرْضُ وَمَا كَانُوا۟ مُنظَرِينَ

fa mā bakat ‘alaihimus-samā`u wal-arḍ, wa mā kānū munẓarīn

29. “Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi tangguh.”

Ada manusia-manusia yang hidup di puncak dunia. Istana berdiri atas nama mereka. Sungai mengalir melewati taman-taman mereka. Nama mereka ditakuti, perintah mereka ditaati, dan kekuasaan mereka terasa seolah tak akan pernah runtuh.

Mereka memiliki segalanya yang membuat manusia lain silau: harta, kemewahan, pasukan, kejayaan, dan kebanggaan yang membumbung tinggi hingga nyaris menyentuh langit. Begitulah Fir’aun dan kaumnya.

Alquran menggambarkan mereka sebagai pemilik kebun-kebun yang luas, mata air yang jernih, ladang-ladang subur, dan tempat-tempat indah yang membuat hidup terasa begitu nyaman. Mereka hidup dalam kelimpahan yang sulit dibayangkan. Peradaban mereka megah. Kekuatan mereka besar. Dunia seakan berlutut di hadapan mereka.

Tetapi malam itu datang.

Read Entire Article
Politics | | | |