Proses pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti telah kembali berjalan.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak terhadap operasional pengangkutan sampah di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Anggarannya diperkirakan hanya cukup cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional selama 6-7 bulan.
"Tahun ini anggaran untuk operasional pengangkutan sampah sampai delapan bulan. Tidak sampai 12 bulan atau setahun, karena terkena efisiensi. Namun saat tahun anggaran berjalan terjadi kenaikan harga BBM nonsubsidi, tentunya ini mempengaruhi skema waktu yang telah disusun," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB, Ibrahim Adji saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).
Adji mengungkapkan, dari 40 armada sampah yang dimiliki Bandung Barat tidak semuanya memakai BBM nonsubsidi. Namun ada juga yang menggunakan BBM subsidi khususnya truk sampah warisan Kabupaten Bandung yang sudah berusia puluhan tahun.
Terkecuali, kata dia, armada sampah pengadaan baru seperti bantuan dari Pemprov Jabar memakai BBM nonsubsidi. Seperti diketahui, jenis BBM yang mengalami kenaikan adalah jenis nonsubsidi Dexlite yang digunakan armada truk sampah. Sebelum 18 April 2026, harga Dexlite Rp14.200/liter, mengalami kenaikan Rp23.600/liter.
Kemudian pada 4 Mei 2026 naik kembali menjadi Rp26.000/liter. Sementara harga Bio solar subsidi tetap Rp6.800/liter. Jika anggaran lebih cepat habis, maka pihaknya akan mengajukan anggaran dari biaya tak terduga (BTT).
"Sampai sekarang operasional pelayanan pengangkutan sampah masih berjalan normal, belum terdampak kenaikan BBM. Jika anggaran habis terpakai lebih cepat dari rencana awal, kami akan menambah anggaran dari pos biaya tidak terduga (BTT). Tentunya setelah ditetapkan darurat sampah," ungkap Adji.
Dia berkata, kenaikan harga BBM tidak akan mempengaruhi pelayanan pengangkutan sampah kepada masyarakat. Pelayanan hanya akan terganggu bilamana terjadi kelangkaan BBM.
"Kami kan melakukan kerja sama dengan satu SPBU untuk pengisian BBM armada sampah. Apabila stok BBM di SPBU tersebut kosong, otomatis berpengaruh pada pelayanan. Itu artinya kami tidak bisa begitu saja mengisi BBM di tempat lain, di luar yang sudah mengikat kontrak kerja," ujar dia. Sementara itu, rata-rata produksi sampah KBB yang terangkut dan dibuang ke TPA Sarimukti sekitar 146,49 ton per hari atau 22,62 persen dari total produksi 654,80 ton per hari.

1 hour ago
4

















































