Jepang Hingga Israel Gigit Jari, Mengapa AS Sangat Protektif Jaga Rahasia F-22 Raptor?

1 hour ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, Ada banyak jet tempur canggih di dunia. Tetapi hanya sedikit pesawat yang begitu dijaga rahasianya seperti Lockheed Martin F-22 Raptor. Bahkan hingga hari ini, Amerika Serikat tetap menolak menjual F-22 kepada negara lain, termasuk sekutu dekatnya sendiri seperti Jepang, Australia, dan Israel.

Keputusan itu membuat F-22 menjadi sesuatu yang unik dalam dunia militer modern: salah satu pesawat paling canggih di dunia, tetapi hampir mustahil dimiliki selain oleh Angkatan Udara Amerika Serikat.

Larangan ekspor F-22 sebenarnya sudah dimulai sejak 1998 melalui aturan yang dikenal sebagai Amandemen Obey. Kongres AS saat itu memutuskan bahwa teknologi yang dimiliki F-22 terlalu sensitif untuk dilepas ke luar negeri.

Padahal, minat terhadap pesawat ini sangat besar. Australia pernah mencoba mendapatkannya pada 2008 ketika program F-35 masih dipenuhi masalah biaya dan keterlambatan produksi.

Jepang bahkan sempat mempertimbangkan membeli hingga 50 unit F-22 untuk menggantikan armada F-4 mereka yang sudah tua. Israel juga tertarik. Namun semuanya ditolak, sebagaimana diberitakan National Security Journal dan sejumlah media pertahanan.

Mengapa Amerika begitu protektif?

Jawabannya bukan hanya soal bisnis senjata, tetapi soal rahasia teknologi. F-22 dirancang pada era Perang Dingin, ketika Amerika ingin menciptakan pesawat yang mampu menguasai langit bahkan sebelum musuh sadar sedang diburu. Karena itu, pesawat ini dibangun dengan teknologi yang sangat maju untuk masanya, bahkan sebagian masih dianggap unggul hingga sekarang.

Sederhananya, pesawat yang bisa melihat lawan lebih dulu biasanya akan menang lebih dulu. F-22 juga mampu terbang lebih dari dua kali kecepatan suara atau Mach 2. Yang membuatnya lebih istimewa, ia bisa tetap melaju supersonik tanpa afterburner melalui teknologi yang disebut supercruise. Ini penting karena afterburner menghasilkan panas besar yang mudah dideteksi sensor musuh.

Read Entire Article
Politics | | | |