Warga melihat dekorasi khas Ramadhan yang di jual di Beirut, Lebanon, Senin (24/2/2025). Jelang datangnya bulan suci Ramadhan, dekorasi khas Ramadhan terlihat di sudut kota Beirut. Awal Ramadhan diperkirakan jatuh pada 1 Maret 2025. Ilustrasi Ramadhan.
REPUBLIKA.CO.ID,Umat Islam kembali bersiap menyambut bulan suci Ramadhan, momentum spiritual tahunan yang dipenuhi ibadah, refleksi diri, dan penguatan kepedulian sosial. Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan ketakwaan serta memperbaiki akhlak.
Dirangkum dari berbagai literatur keislaman, bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh berkah. Dalam ajaran Islam, puasa atau as-shiyam berarti menahan diri dari makan, minum, hubungan suami istri, serta perbuatan yang dilarang Allah sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat beribadah.
Menurut berbagai riwayat, Ramadhan memiliki banyak keutamaan. Alquran diturunkan pada bulan ini, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Ramadhan juga menjadi waktu terbaik untuk meningkatkan amal kebajikan.
Sedekah kepada fakir miskin dan memberi makan orang yang berbuka puasa termasuk amalan yang sangat dianjurkan.
Dalam hadis disebutkan, Muhammad dikenal sebagai pribadi paling dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat pada bulan Ramadhan.
Ibnu Abbas berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ
Artinya: "Rasulullah manusia yang paling dermawan. Beliau sangat dermawan jika bulan Ramadhan.” (HR Al-Baihaqi).

3 hours ago
6















































