Jangan Langsung Makan Gorengan Saat Buka Puasa, Ini Kata Pakar Gizi

2 hours ago 4

Aneka gorengan (ilustrasi). Kebiasaan mengonsumsi gorengan ketika perut kosong setelah berpuasa seharian ternyata tidak dianjurkan dan sebaiknya dihindari karena berisiko mengganggu kesehatan pencernaan.

REPUBLIKA JAKARTA -- Gorengan menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia saat berbuka puasa. Sayangnya, kebiasaan mengonsumsi gorengan ketika perut kosong setelah berpuasa seharian ternyata tidak dianjurkan dan sebaiknya dihindari karena berisiko mengganggu kesehatan pencernaan.

Pakar gizi masyarakat dari IPB University, Karina Rahmadia Ekawidyani, mengatakan gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi akibat proses penggorengan. Karenanya, dia tidak menganjurkan buka puasa dengan gorengan.

“Sebenarnya tidak dianjurkan untuk berbuka puasa dengan gorengan,” kata Karina dalam keterangan tertulis, dikutip pada Rabu (18/2/2026).

Karina menjelaskan, lemak merupakan zat gizi yang lebih sulit dicerna dibandingkan karbohidrat. “Gorengan ini kan digoreng berarti tinggi lemak. Nah, lemak itu termasuk sulit dicerna. Proses mencernanya dibandingkan dengan mencerna karbohidrat itu lebih lama,” kata dia.

Menurut Karina, setelah berpuasa seharian, sistem pencernaan berada dalam kondisi istirahat cukup lama. Jika langsung menerima makanan tinggi lemak, sistem pencernaan harus bekerja lebih berat. Hal ini pada akhirnya meningkatkan risiko gangguan pencernaan seperti sakit perut, mual, dan mulas.

Ia juga mengingatkan bahwa konsumsi gorengan saat perut kosong dapat memicu peningkatan asam lambung, terutama pada orang yang memiliki riwayat gangguan lambung. “Bayangin ya, perut yang kosong, asam lambungnya meningkat. Kalau orang yang punya asam lambung itu pasti perih banget rasanya,” kata dia.

Meski demikian, Karina menegaskan bahwa gorengan tidak sepenuhnya dilarang saat berbuka puasa. Asalkan, gorengan dikonsumsi setelah perut diisi air putih atau kurma terlebih dahulu. Selain itu, jumlah gorengan juga perlu dibatasi, karena konsumsi lemak berlebih berisiko menumpuk dalam tubuh dan dapat memicu obesitas.

“Kalau makanan gorengan tinggi lemak itu juga bisa berisiko kalau kita makan dalam jumlah yang banyak dan tidak bisa dikontrol setiap hari,” ujarnya.

Read Entire Article
Politics | | | |