Dengan Senjata Apa dan Bagaimana Iran akan Tenggelamkan Kapal Induk AS?

1 hour ago 3

Foto selebaran yang disediakan oleh Angkatan Darat Iran menunjukkan fregat Sahand kelas Moudge dari Angkatan Laut Republik Islam Iran (depan) selama latihan militer bersama kapal perang Iran, Rusia, dan China di Teluk Oman, selatan Iran, Jumat (17/3/2023). Iran, China, dan Rusia memulai latihan militer angkatan laut bersama di Teluk Oman pada 17 Maret 2023 selama dua hari, menurut Angkatan Darat Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Negosiasi di Jenewa terus berlanjut di tengah eskalasi yang diperhitungkan di Teluk. Ancaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei untuk menenggelamkan kapal induk Amerika kembali menyoroti sifat alat-alat militer yang menurut Teheran telah disiapkan untuk skenario semacam itu.

Dalam konteks ini, koresponden Aljazeera dari Teheran, Nour al-Din al-Daghir, dikutip Selasa, (17/2/2026), mengatakan pernyataan Khamenei tidak dapat dipisahkan dari posisinya sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata.

Hal ini menunjukkan bahwa pembicaraan tentang menenggelamkan kapal induk didasarkan pada latihan aktual dan rencana operasional yang ditampilkan dalam manuver sebelumnya.

Al-Daghir menjelaskan, alat pertama dalam skenario ini adalah ranjau laut yang diyakini telah dipasang secara intensif oleh Iran di sekitar Selat Hormuz, sehingga dapat menghalangi pergerakan kapal-kapal besar atau menargetkannya saat melewati jalur-jalur sempit.

Dia menambahkan, Teheran juga mengandalkan rudal balistik dengan hulu ledak berat yang beratnya melebihi seribu kilogram, serta rudal laut-laut yang dirancang untuk menyerang target bergerak. Kemampuan ini telah diuji dalam latihan yang diumumkan selama beberapa tahun terakhir.

Dia menunjukkan, taktik ini tidak bergantung pada serangan tunggal, melainkan pada serangan simultan yang melibatkan kapal cepat dan kapal bunuh diri yang dilengkapi dengan proyektil, dengan tujuan menenggelamkan target dengan intensitas tembakan yang membingungkan sistem pertahanan udara dan laut yang menyertai kapal induk.

Selain kapal induk USS Abraham Lincoln, Washington memutuskan untuk mengirim kapal induk USS Gerald Ford ke wilayah tersebut, dan ada laporan tentang rencana untuk mengirim kapal induk ketiga.

Penutupan sebagian

Ancaman ini muncul dalam konteks latihan laut yang dilakukan Garda Revolusi di Selat Hormuz, di mana kantor berita Fars melaporkan penutupan sebagian selat selama beberapa jam sebagai bagian dari latihan, dengan mempertimbangkan prinsip keselamatan dan navigasi laut.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |