REPUBLIKA.CO.ID, RIAU – Kementerian Kehutanan melanjutkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Riau. Tim Manggala Agni bersama TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berupaya menahan penyebaran api dan asap agar tidak meluas ke permukiman.
Sebanyak 160 personel Manggala Agni dikerahkan, sementara 80 personel lainnya disiagakan untuk patroli dan deteksi dini titik panas. Kementerian juga memobilisasi satu regu dari Rengat ke Pulau Mendol (Pelalawan), satu regu dari Siak ke Bengkalis, serta satu regu dari Bukit Tempurung, Jambi, ke Dumai.
Titik kebakaran tersebar di Kabupaten Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan dengan status lahan beragam, mulai dari hutan produksi, hutan produksi konversi, kawasan konservasi, hingga areal penggunaan lain. Sejumlah lokasi berada dekat kebun sawit dan permukiman.
Kementerian Kehutanan menyebut penyebab kebakaran bervariasi. Di beberapa lokasi, api diduga berasal dari aktivitas pembersihan lahan dengan pembakaran sisa vegetasi yang tidak terkendali akibat angin kencang.
Kondisi tanpa hujan hampir 20 hari, keterbatasan sumber air, akses yang sulit, serta vegetasi kering, terutama di lahan gambut dengan muka air tanah minus sekitar 90 sentimeter yang menjadi kendala di lapangan.
“Strategi utama saat ini adalah menahan pergerakan api agar tidak memperluas area terdampak,” ujar Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, Senin (16/2/2026).
Menurut Ferdian, kombinasi cuaca kering, angin kencang, dan bahan bakar mudah terbakar membuat situasi semakin menantang sehingga perlu tambahan personel dari berbagai wilayah. Dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dinilai penting, terutama di daerah yang kesulitan sumber air.
Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla melalui SK Nomor 102/2026 yang berlaku 13 Februari hingga 30 November 2026. Dalam waktu dekat akan dibentuk Satgas Karhutla serta diajukan dukungan penanganan darurat tambahan.
BNPB melalui BPBD Provinsi Riau juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan C208 dengan menyemai satu ton garam di wilayah Siak dan Pekanbaru.
Pemerintah berharap pengendalian karhutla dapat berjalan optimal sehingga Riau terhindar dari kabut asap menjelang Ramadan dan aktivitas masyarakat tetap berlangsung normal.

2 hours ago
4















































