BUMN Bahan Peledak Kembali Operasikan Pabrik Booster, Tekan Ketergantungan Impor

3 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Dahana (Persero) kembali mengoperasikan Pabrik Booster dengan kapasitas terpasang tiga juta unit per tahun sekaligus meluncurkan detonator elektronik. Langkah ini memperkuat kapasitas produksi dan teknologi Dahana untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor di industri bahan peledak nasional.

Dua fasilitas tersebut diperkenalkan dalam rangkaian Dahana Connect 2026 di Auditorium PT Dahana, Subang, Jawa Barat. Direktur Utama Dahana Hary Irmawan mengatakan pengoperasian kembali Pabrik Booster dan kehadiran Pabrik Assembly Detonator Elektronik memperkuat pasokan serta kemampuan teknologi perusahaan.

“Reoperasi Pabrik Booster dan hadirnya Pabrik Assembly Detonator Elektronik merupakan wujud nyata investasi Dahana pada infrastruktur dan teknologi untuk memperkuat pasokan, meningkatkan kemandirian, serta menghadirkan solusi peledakan yang semakin sesuai dengan kebutuhan industri modern,” ujar Hary dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Hary mengatakan penguatan fasilitas produksi menjadi langkah perusahaan untuk meningkatkan daya saing sekaligus menekan ketergantungan terhadap produk impor. Pabrik Booster kembali beroperasi melalui skema Joint Operation Dahana-DAK (JODD) bersama DAK Energetics setelah berhenti beroperasi pada Mei 2021.

“Fasilitas yang kembali beroperasi penuh sejak Oktober 2025 dengan kapasitas terpasang mencapai tiga juta unit per tahun ini memproduksi DAYAPRIME®️ Pentolite Booster, cast booster berenergi tinggi dalam varian 200 gram dan 400 gram yang dirancang untuk memberikan inisiasi kuat dan konsisten,” ucap Hary.

Pada momentum yang sama, Dahana meluncurkan DAYATRONIC – Electronic Detonator melalui Pabrik Assembly Detonator Elektronik di Dahana Energetic Material Center (EMC), Subang.

Hary mengatakan produk tersebut menggunakan teknologi inisiasi elektronik dengan delay time yang dapat diprogram untuk mendukung peledakan yang lebih presisi dan terkendali pada aplikasi underground, kuari, maupun open pit.

“Kehadiran fasilitas tersebut sekaligus menjadi langkah Dahana untuk mengurangi ketergantungan terhadap detonator elektronik impor,” kata Hary.

Wakil Komisaris Utama Dahana Marsekal Madya TNI Andyawan Martono Putra mengatakan, kehadiran kedua fasilitas tersebut memperkuat kemandirian teknologi perusahaan. Menurut dia, Pabrik Assembly Detonator Elektronik menjadi kemajuan dalam pengembangan teknologi bahan peledak, terutama dari sisi akurasi, efisiensi, dan keamanan peledakan.

“Sementara reoperasi Pabrik Booster memperkuat rantai pasok dan kapasitas produksi Dahana,” ujar Andyawan.

Andyawan juga menekankan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), safety culture, serta Good Corporate Governance (GCG) dalam pengoperasian fasilitas. Menurut dia, safety excellence harus menjadi prioritas dalam seluruh kegiatan operasional.

Sementara itu, Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan menilai pencapaian Dahana memperkuat strategi Holding DEFEND ID dalam membangun industri pertahanan dan energetic material nasional.

Joga mengatakan pengoperasian kembali Pabrik Booster DAYAPRIME dan kehadiran Pabrik Assembly Detonator Elektronik berteknologi HEBS-II tidak sekadar menambah kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat kemampuan industri dari sisi hulu.

“Ini menjadi bukti strategi holding untuk memperkuat hulu industri pertahanan dan energetic material berjalan sesuai arah yang dirancang bersama,” kata Joga.

Rangkaian Dahana Connect 2026 juga menghadirkan talkshow bertajuk “Teknologi Cerdas, Tambang Lebih Aman dan Efisien” bersama Direktur Operasi PT Dahana (Persero) Abdul Haris Atbaro dan Wonsuk Kwak, Head of Infra Solution Business Hanwha Corporation.

Kegiatan tersebut mempertemukan Dahana dengan pelanggan, mitra strategis, dan pemangku kepentingan. Rangkaian acara dilanjutkan dengan plant tour ke Pabrik Booster dan Electronic Detonator serta connect session bersama mitra dan pelanggan.

Dengan kembali beroperasinya Pabrik Booster dan hadirnya fasilitas produksi detonator elektronik, Dahana memperkuat kapasitas produksi sekaligus penguasaan teknologi untuk memenuhi kebutuhan industri bahan peledak nasional.

Read Entire Article
Politics | | | |