Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Tidur Sore

3 hours ago 6

Image Rakyat Bersuara

Pendidikan dan Literasi | 2026-08-19 21:30:22

Setelah menjalani aktivitas yang padat seharian, rasa kantuk yang menyerang pada sore hari seringkali terasa sangat menggiurkan. Banyak orang memilih untuk merebahkan diri dan terlelap sejenak antara pukul tiga sore hingga menjelang senja untuk memulihkan energi. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan yang dianggap sepele ini ternyata menyimpan berbagai dampak negatif bagi ritme kesehatan tubuh dan stabilitas mental kita?

Secara biologis, tidur di waktu sore dapat mencakup ritme sirkadian atau jam biologis alami tubuh. Ritme sirkadian berfungsi mengatur siklus bangun dan tidur kita yang sangat bergantung pada cahaya matahari.

Ketika kita tidur di saat matahari mulai terbenam dan baru terbangun di malam hari, otak akan mengalami kebingungan sensorik. Hal ini sering memicu kondisi yang disebut sleep inertia , di mana kita justru merasa pusing, mengalami disorientasi, dan tubuh terasa lebih lemas dibandingkan sebelum tidur.

Dampak paling langsung dari kekacauan jam biologis ini adalah gangguan tidur di malam hari atau insomnia. Karena tubuh sudah mendapatkan "jatah" istirahat tambahan di sore hari, mata akan jauh lebih sulit terpejam saat waktu tidur utama tiba. Akibatnya, durasi serta kualitas tidur malam Anda berkurang drastis, yang pada keesokan harinya justru menciptakan lingkaran setan berupa kelelahan dan penurunan konsentrasi kerja.

Selain masalah siklus fisik, kebiasaan tidur sore juga berdampak pada kondisi psikologis. Banyak orang melaporkan perasaan murung, gelisah, atau suasana hati yang memburuk saat terbangun di waktu senja. Perubahan cahaya yang drastis menjadi gelap saat Anda membuka mata dapat memengaruhi produksi hormon serotonin dalam otak, yakni hormon yang berperan penting dalam menjaga stabilitas emosi dan perasaan bahagia.

Jika rasa kantuk di sakit hari tidak terganggu, para ahli kesehatan menyarankan alternatif lain yang lebih aman. Bertujuan untuk mencuci muka, meminum segelas air putih dingin, atau melakukan peregangan ringan agar oksigen kembali mengalir lancar ke otak. Jika Anda benar-benar membutuhkan istirahat di siang hari, lakukanlah power nap (tidur singkat maksimal 20-30 menit) dan pastikan aktivitas tidur selesai jauh sebelum pukul tiga sore.

Kesimpulannya, kantuk menahan waktu sakit dan menukarnya dengan aktivitas ringan jauh lebih bermanfaat demi kesehatan jangka panjang. Dengan menghindari tidur di waktu tanggung ini, Anda menjaga konsistensi jam istirahat malam sehingga tubuh akan selalu terbangun dalam kondisi bugar sepenuhnya di pagi hari.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Politics | | | |