Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek perumahan di Home 1, Cikeas, Bogor, Rabu (22/10/2025). BTN Syariah mendukung pembiayaan proyek perumahan yang rencananya akan dibangun sekitar 14.000 unit rumah di atas lahan tanah seluas 80 Hektar dengan potensi pembiayaan diperkirakan mencapai Rp4 Triliun lebih melalui produk KPR non subsidi, KYG, modal kerja dan investasi untuk mendukung fasilitas umum di lokasi perumahan tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk genap berusia 76 tahun. Sejak 9 Februari 1950, bank ini telah menyalurkan 5,97 juta unit kredit perumahan senilai Rp555,11 triliun kepada keluarga Indonesia. Angka tersebut menegaskan posisi BTN sebagai tulang punggung pembiayaan hunian rakyat.
Mayoritas pembiayaan mengalir ke segmen KPR subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Total KPR subsidi mencapai 4,4 juta unit senilai Rp300,99 triliun. Rinciannya, KPR subsidi konvensional sebanyak 4,06 juta unit senilai Rp258,27 triliun dan KPR subsidi syariah 338.097 unit setara Rp42,72 triliun.
Sementara itu, di segmen nonsubsidi, BTN menyalurkan 1,3 juta unit rumah senilai Rp218,57 triliun. Rinciannya, KPR nonsubsidi konvensional sebanyak 1,18 juta unit senilai Rp191,46 triliun dan KPR nonsubsidi syariah 125.410 unit sebesar Rp27,1 triliun. Selain kredit pembelian rumah, BTN juga mendukung pembiayaan melalui Kredit Agunan Rumah (KAR) dan Kredit Bangun Rumah (KBR) sebanyak 262.876 unit senilai Rp35,5 triliun.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menekankan, pembiayaan perumahan telah menjadi DNA perseroan sejak KPR pertama disalurkan pada 1976. “Sejak saat itu, pembiayaan perumahan menjadi DNA perseroan,” katanya di Jakarta, Selasa (17/2/2026).
Kontribusi BTN diapresiasi pelaku industri properti. Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Joko Suranto menyebut BTN sebagai pilar utama pembiayaan perumahan nasional. Bank ini dinilai konsisten melayani masyarakat dalam mewujudkan hunian impian sekaligus mendukung pengembang.
“Dukungan pembiayaan yang berkelanjutan membuat roda industri perumahan tetap bergerak dan berdampak pada perekonomian nasional,” ujar Joko.

2 hours ago
5















































