REPUBLIKA.CO.ID,MEMPAWAH — PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, melalui pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium. Proyek yang dijalankan Grup MIND ID itu merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Kehadiran fasilitas hilirisasi tersebut membuka lapangan kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi lokal. Dampaknya dirasakan langsung masyarakat, terutama di Desa Bukit Batu yang berada di sekitar kawasan proyek.
Kepala Desa Bukit Batu, Harianto, menyampaikan wilayahnya sebelumnya menghadapi tekanan ekonomi dan tingginya angka pengangguran, termasuk di kalangan tenaga kerja terdidik.
“Sebelumnya pertumbuhan ekonomi sempat menurun. Setelah adanya proyek BAI, ekonomi tumbuh pesat. Masyarakat yang sebelumnya menganggur kini mendapatkan pekerjaan dan merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya, dikutip Selasa (17/2/2026).
Serapan tenaga kerja dari proyek ini melibatkan ribuan pekerja. Kehadiran mereka memicu pergerakan sektor penunjang seperti perhotelan, hunian sewa, hingga usaha kuliner.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya terjadi di sekitar desa, tetapi meluas hingga Kabupaten Mempawah dan wilayah sekitarnya. Aktivitas ekonomi meningkat seiring naiknya daya beli masyarakat.
“Dampaknya tidak hanya di Desa Bukit Batu, tetapi meluas hingga seluruh Kabupaten Mempawah bahkan ke wilayah sekitar. Fasilitas akomodasi berkembang pesat, dan usaha kuliner maupun coffee shop kini semakin ramai karena daya beli masyarakat meningkat,” kata Harianto.
BAI juga menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menyasar pembangunan infrastruktur jalan dan drainase. Perusahaan turut mendukung peningkatan fasilitas pendidikan serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.
Penguatan ekonomi desa tidak berhenti pada sektor jasa. Program pemberdayaan juga menyasar sektor pertanian melalui pendampingan kelompok masyarakat.
Pembina Kelompok Wanita Tani Desa Bukit Batu, Asman, menyampaikan program pendampingan selama tiga tahun membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan warga.
“Alhamdulillah, berkat bantuan yang diberikan, penghasilan keluarga meningkat,” tuturnya.
Program tersebut mencakup penanaman 1.000 bibit jagung, bibit buah seperti jambu kristal dan kelengkeng, serta dukungan pupuk dan pendampingan teknis. Produk lokal seperti madu dan amplang mulai menjangkau pasar yang lebih luas hingga perbatasan Malaysia.
Masyarakat berharap pengembangan industri terus berjalan dengan memperhatikan aspek lingkungan. Hilirisasi bauksit di Mempawah kini menjadi penggerak ekonomi baru sekaligus pijakan transformasi industri berbasis sumber daya alam di Kalimantan Barat.

3 hours ago
5















































