Trump di Depan Erdogan: Mengapa AS Terus Membayar, Eropa Tak Membantu?

8 hours ago 15

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras kepada sejumlah sekutu NATO karena dinilai tidak memberikan dukungan terhadap operasi AS terkait konflik Iran. Pernyataan itu disampaikan Trump setibanya di Ankara, Turki, pada Selasa (7/7), untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO.

Menjawab pertanyaan wartawan sebelum bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Kompleks Kepresidenan, Trump secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya kepada sejumlah negara Eropa.

"Italia, Prancis, dan Jerman mengecewakan kita," kata Trump. Ia kemudian mempertanyakan komitmen para sekutu tersebut terhadap kerja sama keamanan transatlantik.

"Lalu mengapa kita menghabiskan ratusan ribu dolar, dan mereka tidak datang membantu kita?" ujar Trump.

Kritik Trump muncul setelah sejumlah negara Eropa dilaporkan enggan mengerahkan kapal perang untuk mendukung upaya AS menjaga jalur pelayaran di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Menurut Trump, negara-negara Eropa selama ini menikmati payung keamanan Amerika Serikat, tetapi tidak menunjukkan dukungan ketika Washington menghadapi krisis.

Sementara itu, dalam pertemuan bilateral dengan Trump, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Ankara terus berupaya mendorong stabilisasi hubungan antara Iran dan Amerika Serikat. Erdogan menegaskan Turki mendukung langkah-langkah diplomatik guna meredakan ketegangan di kawasan dan mencegah konflik yang lebih luas.

Retaknya Solidaritas NATO di Timur Tengah

Pernyataan Donald Trump memperlihatkan bahwa perbedaan kepentingan di dalam NATO semakin sulit disembunyikan. Jika selama ini aliansi tersebut relatif solid dalam merespons perang di Ukraina, situasinya berbeda ketika konflik bergeser ke Timur Tengah, khususnya menyangkut Iran.

Sejumlah negara Eropa memilih bersikap lebih hati-hati terhadap eskalasi militer. Mereka khawatir keterlibatan langsung di Selat Hormuz justru memperluas konflik dan mengganggu stabilitas kawasan yang selama ini menjadi jalur utama pasokan energi dunia. Bagi banyak negara Eropa, diplomasi dinilai lebih menguntungkan dibandingkan memperbesar risiko konfrontasi bersenjata.

sumber : Xinhua

Read Entire Article
Politics | | | |