Selain Polemik Kemenangan atas Mesir, Citra Argentina Diperburuk Isu Rasisme Suporter Mereka

7 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Langkah Argentina di Piala Dunia 2026 terus dibayangi kontroversi. Di tengah perdebatan mengenai sejumlah keputusan wasit yang memicu persepsi di kalangan sebagian penggemar bahwa juara bertahan mendapat keuntungan sepanjang turnamen, pendukung Argentina membuat ulah yang mencoreng citra Tim Tango.

FIFA mengecam dugaan tindakan rasial yang dilakukan seorang pendukung Argentina terhadap influencer IShowSpeed. Insiden tersebut berpotensi semakin memperburuk citra pendukung Albiceleste di mata publik sepak bola dunia.

Badan sepak bola dunia itu mengeluarkan pernyataan resmi pada Selasa (8/7/2026) yang menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk rasisme, kebencian, maupun diskriminasi setelah insiden yang terjadi dalam laga babak 32 besar antara Argentina dan Tanjung Verde di Stadion Miami, Amerika Serikat, pada 3 Juli lalu.

"FIFA mengetahui insiden yang melibatkan seorang pendukung dan IShowSpeed di Stadion Miami selama pertandingan Argentina melawan Tanjung Verde pada 3 Juli 2026 dan segera memulai penyelidikan," demikian pernyataan FIFA.

Dalam siaran langsung pertandingan tersebut, IShowSpeed yang memiliki nama asli Darren Watkins Jr. sempat menoleh ke arah seorang pendukung Argentina yang berdiri di balik pagar tribun. Ketika menanyakan ucapan suporter tersebut, penggemar itu diduga melontarkan kalimat dalam bahasa Spanyol yang berarti, "Pergi menangis di kebun binatang," yang dinilai bernada rasis.

Insiden itu menjadi sorotan luas mengingat IShowSpeed merupakan salah satu kreator konten terbesar di dunia dengan lebih dari 150 juta pengikut di berbagai platform media sosial. Ia memiliki sekitar 57 juta pelanggan di YouTube, 50 juta pengikut di Instagram, 47 juta pengikut di TikTok, serta lebih dari empat juta pengikut di X.

Selama Piala Dunia 2026, IShowSpeed menghadiri dan menyiarkan sejumlah pertandingan melalui kerja sama resmi dengan FIFA, penyiar tuan rumah Fox Sports, serta YouTube. Kerja sama tersebut memungkinkan dirinya menyiarkan langsung berbagai aktivitas sepanjang turnamen.

Popularitasnya juga menjadikan kehadiran IShowSpeed sebagai daya tarik tersendiri di stadion. Dalam beberapa kesempatan, ia dikerumuni para penggemar yang ingin berfoto maupun menyapanya sehingga harus mendapat pengawalan ketat petugas keamanan saat meninggalkan arena pertandingan.

FIFA menegaskan Piala Dunia merupakan ajang yang menjunjung tinggi persatuan, keberagaman, dan saling menghormati. Karena itu, organisasi tersebut menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap siapa pun yang bertindak bertentangan dengan nilai-nilai tersebut.

"Piala Dunia adalah perayaan persatuan, keberagaman, dan rasa hormat. FIFA tidak akan menerima siapa pun yang bertindak dengan cara yang merusak nilai-nilai ini," kata FIFA.

Pernyataan FIFA ini muncul berdekatan waktunya dengan kemenangan kontroversial Argentina tang menyingkirkan Mesir dengan skor 3-2 pada babak 16 besar. Dalam laga tersebut, sejumlah keputusan wasit dan VAR memicu perdebatan di kalangan pengamat, mantan pemain, maupun warganet.

Sebagian pihak menilai beberapa keputusan menguntungkan juara bertahan sehingga memunculkan persepsi bahwa Argentina mendapat keuntungan dari kepemimpinan wasit sepanjang turnamen. Sebab, sebelum itu, kapten mereka yang mendapat julukan olok-olok Pangeran FIFA di media sosial, Lionel Messi, lolos dari hukuman kartu merah meskipun menerjang kaki pemain Aljazair dengan pul sepatunya dari belakang.

Bukan cuma itu, sebagian pendukung Argentina juga membuah ulah di stadion dengan menyiramkan bir ke pendukung Mesir selepas pertandingan. Untungnya steward dengan sigap meredam kericuhan.

Read Entire Article
Politics | | | |