REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasar halal global terus tumbuh dan diproyeksikan mencapai lebih dari 3,56 triliun dolar AS pada 2029. Besarnya potensi tersebut belum sejalan dengan posisi negara-negara mayoritas Muslim yang hingga kini masih tertinggal dalam rantai nilai global produk halal.
Sekretaris Jenderal D-8, Sohail Mahmood, mengatakan belanja konsumen Muslim pada 2023 mencapai sekitar 2,4 triliun dolar AS dan diperkirakan melampaui 3,3 triliun dolar AS dalam beberapa tahun mendatang. Meski permintaan terus meningkat, negara-negara mayoritas Muslim belum menjadi eksportir terbesar produk halal dunia.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan yang kita hadapi bukan terletak pada besarnya pasar, melainkan pada kemampuan menciptakan nilai tambah," ujarnya dalam Opening Ceremony D-8 Halal Expo Indonesia di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Menurut Sohail, negara-negara anggota D-8 sebenarnya memiliki modal besar untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Selain memiliki sumber daya manusia dan sumber daya alam yang melimpah, negara anggota D-8 juga didukung kapasitas industri yang berkembang, ekonomi digital yang tumbuh pesat, serta populasi muda terbesar di dunia.
Berpedoman pada Roadmap D-8 2030, negara-negara anggota menargetkan perdagangan intra-D-8 mencapai 500 miliar dolar AS pada 2030. Namun, hingga saat ini nilainya baru mencapai sekitar 116 miliar dolar AS.
Guna mempercepat pencapaian target tersebut, D-8 mendorong penguatan perdagangan dan industri, ekonomi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), inovasi, ketahanan energi, konektivitas transportasi, ketahanan pangan, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ekonomi halal juga dipandang menjadi salah satu penghubung berbagai sektor tersebut.
Sohail mengusulkan tiga langkah utama, yakni membangun koridor perdagangan halal D-8 yang terintegrasi, mengembangkan platform digital dan investasi halal, serta meningkatkan investasi pada inovasi dan teknologi, termasuk sistem ketertelusuran berbasis AI dan blockchain.

7 hours ago
8

















































