Rapper Drake Kritik DJ Khaled karena Bungkam Terhadap Isu Palestina

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rapper asal Kanada, Drake, melontarkan kritik kepada DJ Khaled terkait sikap diam Khaled terhadap isu Palestina dan perang Israel-Gaza. Kritik tersebut muncul dalam lagu berjudul "Make Them Pay" yang terdapat di album terbaru Drake, Iceman.

Drake mengejutkan penggemar dengan merilis tiga album sekaligus pada Jumat, yakni Iceman, Maid of Honour, dan Habibti. Namun, perhatian publik tertuju pada salah satu lirik dalam "Make Them Pay" yang secara langsung menyinggung Palestina dan sikap diam DJ Khaled.

"Dan Khaled, kamu mengerti apa maksudku. Rakyat kalian masih menunggu Palestina merdeka, tapi rupanya semuanya tidak hitam dan putih, merah dan hijau. Aku benar-benar melihat warna asli setiap orang," demikian rap Drake pada lagu tersebut, dikutip dari The National, Jumat (15/5/2026).

Lirik itu dianggap sebagai sindiran langsung kepada DJ Khaled, yang memiliki darah Palestina, namun tak pernah bersuara untuk Palestina. Khaled bahkan pernah dikritik oleh sebagian penggemar dan aktivis karena tidak secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap Gaza di tengah perang yang masih berlangsung.

Meski seorang Yahudi, Drake sendiri pernah menunjukkan dukungan terhadap Palestina. Pada Oktober 2023, ia diketahui menandatangani surat dari Artists4Ceasefire yang menyerukan gencatan senjata di Gaza. Selain itu, pada Agustus 2025, Drake juga terlihat memberi respons kepada demonstran pro-Palestina dari balkon hotelnya di Kopenhagen.

Tekanan publik terhadap DJ Khaled untuk berbicara soal Palestina sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Pada 2024, sepupu Khaled, Fadie Musallet, yang merupakan pengusaha sosial Palestina-Amerika, mengungkapkan kekecewaan masyarakat Palestina terhadap sikap diam sang musisi.

"Khaled selalu ingin pergi ke Palestina, tetapi saya rasa sekarang dia tidak bisa datang ke sana. Mereka benar-benar terluka oleh kurangnya dukungan itu, mereka merasa telah dikecewakan," kata Musallet.

Musallet juga mempertanyakan mengapa Khaled sebelumnya berani bersuara dalam gerakan Black Lives Matter, tetapi memilih diam terkait Gaza. "Pada satu titik pasti ada momen di mana Anda harus bertanya pada diri sendiri: sampai kapan karir lebih penting dari bersuara? Dan saya tahu Khaled tidak takut menggunakan suaranya yang berpengaruh seperti dulu saat protes Black Lives Matter. Jadi apa yang berubah sekarang?" kata Musallet.

Drake secara resmi memperkenalkan apa yang ia sebut sebagai "Iceman era" pada Kamis malam melalui episode keempat serial livestream miliknya. Dalam siaran tersebut, ia mengumumkan bahwa ketiga albumnya akan dirilis secara bersamaan.

Read Entire Article
Politics | | | |