Lebih dari 90 Persen Lahan TWA Bukit Tambi Ditanami Kelapa Sawit

3 hours ago 4

Petugas Balai KSDA Jambi menunjukkan peta kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tambi yang sebagian besarnya telah ditanami kelapa sawit di Tanjung Jabung Barat, Jambi, Jumat (15/5/2026). TWA seluas 660,11 hektare yang sebelumnya merupakan kawasan hutan produksi konversi pada 2025 dan telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam oleh Kementerian Kehutanan, saat ini dalam kondisi 90 persen lebih lahan telah ditanami kelapa sawit milik perusahaan dan perorangan. (FOTO : ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Petugas Balai KSDA Jambi melakukan pemantauan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tambi, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Jumat (15/5/2026). TWA seluas 660,11 hektare yang sebelumnya merupakan kawasan hutan produksi konversi pada 2025 dan telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam oleh Kementerian Kehutanan, saat ini dalam kondisi 90 persen lebih lahan telah ditanami kelapa sawit milik perusahaan dan perorangan. (FOTO : ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Foto udara kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tambi yang sedang direstorasi (kiri) dan yang telah ditanami kelapa sawit (kanan) di Tanjung Jabung Barat, Jambi, Jumat (15/5/2026). TWA seluas 660,11 hektare yang sebelumnya merupakan kawasan hutan produksi konversi pada 2025 dan telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam oleh Kementerian Kehutanan, saat ini dalam kondisi 90 persen lebih lahan telah ditanami kelapa sawit milik perusahaan dan perorangan. (FOTO : ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Petugas Balai KSDA Jambi menunjukkan peta kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tambi yang sebagian besarnya telah ditanami kelapa sawit di Tanjung Jabung Barat, Jambi, Jumat (15/5/2026).

TWA seluas 660,11 hektare yang sebelumnya merupakan kawasan hutan produksi konversi pada 2025 dan telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam oleh Kementerian Kehutanan, saat ini dalam kondisi 90 persen lebih lahan telah ditanami kelapa sawit milik perusahaan dan perorangan.

sumber : Antara Foto

Read Entire Article
Politics | | | |