REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan kinerja bisnis dan penguatan praktik environmental, social, and governance (ESG) sepanjang kuartal I 2026. Hingga Maret 2026, jumlah nasabah BSI mencapai 23,7 juta atau bertambah 9,26 juta nasabah sejak merger bank syariah nasional.
Pertumbuhan basis nasabah tersebut ditopang peran BSI yang memiliki dual license sebagai bank syariah sekaligus bank emas atau bullion bank. Sejak 2025, BSI untuk pertama kalinya mampu menambah lebih dari dua juta nasabah dalam satu tahun, yang turut mendorong akselerasi pertumbuhan bisnis perseroan.
Kinerja keuangan BSI hingga Maret 2026 menunjukkan tren positif di hampir seluruh indikator utama. Dana pihak ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp376,80 triliun dengan dominasi dana murah dari tabungan sebesar Rp164,50 triliun. Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan, kinerja BSI yang solid juga harus sejalan dengan fundamental ESG yang kuat agar bisnis berjalan berkelanjutan, solid, dan memberikan kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat. “Terutama dalam aspek ekonomi, sosial lingkungan, UMKM dan ummat melalui peran Zakat yang hanya dimiliki bank syariah. Inilah yang menjadi keunikan BSI yang khas sehingga keberadaan BSI bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” kata Bob dalam siaran pers, Jumat (15/5/2026).
Fungsi intermediasi yang seimbang antara penghimpunan dana dan penyaluran pembiayaan mendorong laba BSI mencapai Rp2,20 triliun atau tumbuh 22,98 persen secara tahunan. Pertumbuhan laba tersebut ditopang peningkatan pembiayaan yang mencapai Rp329 triliun dengan fokus pada segmen konsumer serta kualitas pembiayaan yang tetap terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) gross sebesar 1,8 persen, membaik dibandingkan 1,88 persen pada periode sebelumnya.
Dalam implementasi prinsip keberlanjutan, pembiayaan berkelanjutan BSI mencapai Rp75,3 triliun atau 22,9 persen dari total pembiayaan. Nilai tersebut terdiri atas pembiayaan hijau Rp16 triliun serta pembiayaan sosial dan UMKM sebesar Rp59,1 triliun.
BSI juga menghimpun sustainable funding melalui penerbitan sustainability sukuk senilai Rp8 triliun. Selain aspek bisnis, peran sosial BSI diwujudkan melalui penyaluran program sosial sebesar Rp320,8 miliar yang mencakup lima pilar, yakni ekonomi, pendidikan, dakwah, kesehatan, dan kemanusiaan, dengan lebih dari 250.000 penerima manfaat.
Dalam operasional perusahaan, BSI mendukung gerakan ekonomi rendah karbon melalui penyediaan 70 reverse vending machine (RVM) serta 145 unit kendaraan listrik. Perseroan juga telah menghitung emisi scope 1 dan scope 2 melalui platform digital carbon tracking sebagai komitmen terhadap pengelolaan emisi dan keberlanjutan lingkungan.
Dari sisi sumber daya manusia, BSI mencatat 41 persen pegawai merupakan perempuan yang memiliki kesempatan karier pada level yang setara.
Atas berbagai inisiatif ESG tersebut, BSI memperoleh sejumlah penghargaan, antara lain, Best Islamic Bank for ESG dari Euromoney tingkat Indonesia, Asia, dan global, peningkatan rating ESG di Bloomberg, serta penghargaan The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026 kategori Trusted Diamond Achievement in Emission Transparency dan The Most Innovative Digitalization of Sharia Bank 2026 for Embedding ESG Principles into Sharia Digital Banking Ecosystem.

1 hour ago
5
















































