Rahasia Kejayaan Kaum Tubba yang Menantang Zaman

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada satu nama yang hanya disebut singkat dalam Alquran, tetapi menyimpan gema sejarah yang sangat besar: Kaum Tubba’.

Mereka tidak sepopuler Fir’aun, tidak sesering disebut seperti kaum ‘Ad atau Tsamud. Namun justru karena itulah, penyebutan mereka dalam Surah Ad-Dukhan terasa begitu misterius sekaligus menggugah.

Allah berfirman:

أَهُمْ خَيْرٌ أَمْ قَوْمُ تُبَّعٍ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ أَهْلَكْنَٰهُمْ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ مُجْرِمِينَ

a hum khairun am qaumu tubba‘iw wallażīna ming qablihim, ahlaknāhum innahum kānū mujrimīn

“Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik ataukah kaum Tubba’ dan orang-orang sebelum mereka? Kami telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa.”

(QS. Ad-Dukhan: 37)

Ayat ini turun ketika kaum Quraisy merasa diri mereka kuat, kaya, dan tidak mungkin runtuh. Mereka memiliki Ka’bah, menguasai perdagangan Arab, dan merasa dakwah Nabi Muhammad ﷺ tidak akan mampu menggoyahkan kedudukan mereka. Lalu Alquran menghadirkan satu nama dari masa lalu sebagai tamparan sejarah:

“Apakah kalian lebih hebat daripada Kaum Tubba’?”

Siapa sebenarnya Kaum Tubba’?

Dalam tafsir klasik seperti karya Ibnu Katsir, Ath-Thabari, dan Al-Qurthubi, “Tubba’” bukan nama satu orang, melainkan gelar bagi raja-raja Himyar di Yaman kuno.

Mirip seperti: Fir’aun untuk Mesir, Kaisar untuk Romawi, atau Kisra untuk Persia. Kerajaan Himyar pada masa itu termasuk salah satu peradaban terbesar di Jazirah Arab Selatan. Mereka bukan bangsa kecil yang hidup terpencil di gurun, melainkan kekuatan regional yang maju dalam perdagangan, teknologi, pertanian, dan politik.

Para sejarawan seperti Philip K. Hitti dalam History of the Arabs dan Jawad Ali dalam Al-Mufassal fi Tarikh al-‘Arab Qabl al-Islam menjelaskan bahwa Himyar merupakan salah satu kerajaan Arab paling maju sebelum Islam.

Bangsa Romawi bahkan menjuluki wilayah Yaman sebagai: Arabia Felix atau “Arab yang Makmur dan Berbahagia”.

Read Entire Article
Politics | | | |