Puasa Sekadar Menahan Haus dan Dahaga Diibaratkan Membeli Koper, Apa Maksudnya?

3 hours ago 3

Cara mencegah agar koper tidak dibobol saat di bandara. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Pendakwah kondang lulusan Al-Azhar University, Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS, mengingatkan umat Islam agar tidak menjadikan puasa Ramadhan sekadar rutinitas menahan lapar dan haus.

Menurut UAS, dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan:  

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

Artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.”

“Jadi memang puasanya hanya menahan makan saja, sedangkan mulutnya berbicara kotor,” ujar UAS dalam wawancara khusus bersama Republika.

Ia menjelaskan, orang yang tetap berdusta, menebar tipu muslihat, dan tidak menjaga lisannya selama berpuasa termasuk dalam golongan yang merugi. Dalam hadis lain disebutkan, fari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR Bukhari no. 1903).

“Maksudnya Allah tidak memberikan balasan. Karena puasanya hanya formalitas,” katanya.

Read Entire Article
Politics | | | |