Puasa Ramadhan Jadi 'Booster' Alami untuk Kesuburan, Kabar Baik Buat yang Lagi Promil

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter spesialis kandungan dr Ganot Sumulyo mengatakan puasa Ramadhan berpotensi mendukung kesehatan reproduksi dan meningkatkan peluang keberhasilan program hamil (promil). Manfaat tersebut dapat dirasakan baik oleh perempuan maupun laki-laki jika puasa dijalani dengan pola makan dan gaya hidup yang tepat.

Dia menjelaskan, puasa berpengaruh terhadap keseimbangan hormon reproduksi dan fungsi organ-organ penting, termasuk ovarium. Menurut dr Ganot, puasa dapat membantu menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron serta mendukung proses ovulas yang lebih sehat melalui penurunan resistensi insulin. Kondisi ini sangat bermanfaat bagi perempuan dengan polycystic ovary syndrome (PCOS).

"Puasa, khususnya puasa intermiten atau puasa Ramadhan, dapat memberikan manfaat yang cukup besar bagi penderita PCOS, seperti membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga kadar insulin dalam darah menjadi lebih stabil," kata dr Ganot dalam keterangan tertulis, dikutip pada Kamis (19/2/2026).

la mengatakan kadar insulin yang tinggi dapat memicu ovarium memproduksi androgen atau hormon testosteron secara berlebihan. Kondisi tersebut dapat memperparah gejala PCOS dan mengganggu ovulasi. "Puasa juga dapat menurunkan kadar luteinizing hormone (LH) dan androgen, serta membantu menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron yang dapat memperbaiki siklus menstruasi dan mendukung ovulasi yang lebih teratur," kata dosen di fakultas kedokteran dan gizi IPB University tersebut.

Selain pada perempuan, puasa juga berdampak positif terhadap kesehatan reproduksi pria, terutama pada mereka yang mengalami obesitas, resistensi insulin, atau kadar testosteron rendah. Namun, dr Ganot menekankan pentingnya menjaga kecukupan nutrisi selama berpuasa.

"Yang penting adalah menjaga asupan protein, lemak sehat, serta mikronutrien seperti zinc dan vitamin D saat puasa," kata dia.

Bagi pria dengan gangguan kualitas sperma, dr Ganot menyarankan untuk menghindari rokok, alkohol, makanan bakaran, serta stres kronis yang dapat mengganggu proses spermatogenesis. la juga mengingatkan pasangan yang sedang menjalani promil saat puasa agar membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan gula.

"Makanan berlemak seperti gorengan, gula berlebih, dan makanan dengan indeks glikemik tinggi perlu dihindari karena dapat menurunkan kualitas sperma," kata dia.

Read Entire Article
Politics | | | |