Polres Tangerang Selatan Siapkan Pos Pantau dan Patroli Antisipasi Tawuran

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel), Polda Metro Jaya, akan mendirikan posko pemantauan keamanan di titik-titik rawan aksi kriminalitas dan tawuran antarwarga selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi dini terhadap potensi kerawanan yang sering muncul di bulan puasa.

Kapolres Tangsel, AKBP Boy Jumalolo, menyatakan bahwa posko-posko pantau tersebut difokuskan di wilayah Ciputat dan Pamulang, yang dikenal sebagai area rawan tawuran. "Posko yang kita bangun itu ada di Ciputat dan Pamulang. Kedua tempat itu rawan tawuran. Intinya, posko ini buat mengantisipasi terjadinya tawuran," ujarnya di Tangerang, Jumat (20/2/2026).

Secara rinci, di Ciputat akan dibangun tujuh pos pantau yang berlokasi di Ciputat, Cipayung, Rempoa, Pondok Ranji, Jombang, hingga perbatasan Ciledug. Sementara di Pamulang disiapkan dua pos pantau tambahan di titik-titik rawan. Setiap posko akan diisi personel gabungan dari TNI/Polri serta Satpol PP yang siaga penuh.

Selain pendirian posko, Polres Tangsel juga akan mempertebal pengerahan personel melalui patroli malam setiap hari, khususnya di wilayah-wilayah rawan. Tim presisi Polres akan diarahkan ke lokasi-lokasi potensial gangguan kamtibmas. "Patroli nanti setiap malam akan dilakukan, dari Polres tim presisi di arahkan ke wilayah-wilayah yang rawan tawuran. Kami juga membangun kolaborasi dengan seluruh potensi masyarakat dalam pencegahan tawuran," tambah AKBP Boy Jumalolo.

Pihak kepolisian menegaskan akan menindak tegas pelaku tawuran maupun kejahatan lainnya sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku, demi menjaga ketenangan umat selama menjalankan ibadah puasa.

Polres Probolinggo Buru Pelaku Pencurian Koper Wisman

Di sisi lain, Aparat Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo, Jawa Timur, terus memburu pelaku pencurian tujuh koper milik wisatawan mancanegara asal Thailand di kawasan objek wisata Gunung Bromo. Kejadian ini terjadi pada Minggu (15/2/2026) di Pendapa Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menyatakan bahwa tim sedang mendalami rekaman CCTV, bukti petunjuk lainnya, serta keterangan saksi-saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). "Saat ini kami masih mendalami rekaman closed-circuit television (CCTV), bukti-bukti petunjuk lain, serta mengambil keterangan beberapa saksi," katanya, Jumat (20/2/2026).

Koper-koper tersebut berisi barang berharga seperti kamera, iPhone, uang tunai, dan dokumen penting termasuk paspor. Total kerugian ditaksir mencapai Rp108 juta. Pencurian terjadi saat rombongan wisatawan turun sejenak dari kendaraan yang diparkir dan terkunci, namun saat kembali, koper-koper telah hilang dan kondisinya berantakan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |