Di Dewan Perdamaian, Gaza Jadi Aset Properti Semata

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Pertemuan perdana anggota dan negara pengamat Dewan Perdamaian alias Board of Peace telah selesai digelar di Washington semalam. Penderitaan warga Gaza, kemerdekaan Palestina dan penjajahan brutal oleh Israel nyaris tak terdengar di forum tersebut. Gaza justru ditampilkan sebagai properti semata, semacam aset menggiurkan untuk investor.

Dalam pertemuan itu, ditampilkan sebuah video tentang rencana Dewan Perdamaian untuk Jalur Gaza. Video itu mulanya memuji “pencapaian Presiden AS Donald Trump yang tak tertandingi” dan menampilkan kinerja real estate. 

Narasinya dimulai dengan pernyataan yang sangat propenjajah: “Perang yang dilancarkan Hamas telah menghancurkan Gaza.” Ini mengabaikan pengepungan Israel yang berjalan belasan tahun di Gaza yang ditanggapi serangan 7 Oktober.

Mengabaikan dua tahun lebih tindakan brutal Israel di Jalur Gaza. Serangan-serangan yang menewaskan lebih dari 72 ribu warga Gaza, kebanyakan anak-anak dan perempuan. Serangan yang mematikan nyaris semua layanan publik di Gaza.

“Namun dari reruntuhan ini, masa depan baru akan muncul,” kata narator saat klip yang diputar menunjukkan Trump berjabat tangan dengan para pemimpin dunia. Orang-orang yang tampak merayakannya di jalan-jalan dengan mengibarkan bendera Israel dan AS, tak ada bendera Palestina.

Tujuan dewan, disebut dalam video, adalah untuk “sepenuhnya” membangun kembali Rafah dalam tiga tahun, mengekang pengangguran dan membuat Gaza “terhubung sepenuhnya dengan dunia melalui Gerbang Ibrahim”, lanjut narator.

Terlihat gambar kereta api dan proyek konstruksi yang tampaknya dibikin oleh AI, deretan gedung bertingkat tinggi, dan mobil yang melintasi jalan-jalan yang menyerupai pinggiran kota AS. “Inilah kerangka kelahiran kembali Gaza: aman, sejahtera, dan damai,” narator menyimpulkan.

Aljazirah melansir, Marc Rowan, CEO Apollo Global Management dan anggota dewan eksekutif Dewan Perdamaian, juga berbicara tentang perkiraan potensi investasi di Gaza. “Potensi di sini sangat besar,” kata Rowan, seraya mengklaim bahwa garis pantai Gaza saja menawarkan “nilai 50 miliar dolar AS jika dihitung secara konservatif”.

Dewan tersebut pertama-tama berencana untuk mulai membangun 100.000 rumah untuk sekitar 500.000 orang ditambah $5 miliar dalam infrastruktur, kata Rowan, sambil “mengumpulkan aset produktif Gaza dalam satu struktur terpadu”.

“Wilayah itu hanya perlu dibuka dan dibiayai,” katanya. 

Read Entire Article
Politics | | | |