Teller menghitung uang rupiah di Kantor Cabang Muamalat Tower di Jakarta, Senin (24/3/2025). Bank Muamalat menyiapkan uang tunai sebesar Rp624 miliar untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai di masyarakat sepanjang Ramadhan dan libur Idul Fitri 1446 Hijriah. Hal ini sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan Bank Muamalat dalam kegiatan Semarak Rupiah dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2025 yang diselenggarakan Bank Indonesia.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyampaikan update dampak dari pemangkasan suku bunga acuan atau BI Rate yang dilakukan sepanjang 2025 terhadap tingkat suku bunga perbankan. Transmisi pelonggaran kebijakan moneter tersebut terbilang masih cukup terbatas.
“Transmisi penurunan suku bunga kebijakan terhadap terhadap suku bunga perbankan terus berlanjut, tetapi lebih terbatas. Suku bunga deposito 1 bulan baru turun sebesar 68 bps dari 4,81 persen pada Januari 2025 menjadi 4,13 persen pada Januari 2026,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Februari 2026 yang digelar secara virtual, Kamis (19/2/2026).
Perry menyebut, dengan masih terbatasnya transmisi penurunan suku bunga perbankan tersebut, BI memandang upaya untuk mengurangi pemberian special rate kepada deposan besar perlu terus dilanjutkan. Menurut catatannya, saat ini pemberian special rate kepada deposan besar masih mencapai 26,42 persen dari total dana pihak ketiga (DPK).
“Penurunan suku bunga dana tersebut juga perlu makin ditransmisikan ke penurunan suku bunga kredit perbankan yang baru turun 40 bps, dari 9,20 persen pada awal 2025 menjadi sebesar 8,80 persen pada Januari 2026,” lanjutnya.
Perry mengatakan, ke depan, upaya penurunan suku bunga dana dan kredit perbankan masih perlu terus ditingkatkan, agar dapat mendorong pertumbuhan kredit lebih tinggi guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

3 hours ago
5















































