Presiden AS Donald Trump (tengah) mengangkat palu saat pertemuan Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian AS di Washington, AS, 19 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar memuji Dewan Perdamaian atas rencana pelucutan kelompok perlawanan Palestina Hamas yang disampaikan dalam pertemuan perdana di Washington semalam. Hal ini dinyatakan setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengancam Hamas untuk melucuti senjata.
Saar mengatakan Trump telah menawarkan “rencana pertama untuk mengatasi akar masalah”, dengan menunjuk pada “pelucutan senjata Hamas dan Jihad Islam, demiliterisasi Jalur Gaza dan deradikalisasi masyarakat Palestina di sana”.
“Kami mendukung pelucutan dan sedang bekerja dan akan berupaya mencapai keberhasilannya,” katanya dilansir Aljazirah.
Gideon Saar tiba mewakili Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bergabung pada bulan Februari setelah awalnya menentang rencana tersebut. Keanggotaan itu menimbulkan kekhawatiran mengenai meningkatnya pengaruh Israel di Dewan Keamanan PBB, dimana AS sering dianggap bertindak atas nama Israel di Dewan Keamanan PBB.
Meskipun Trump telah menunjuk komite teknokrat Palestina untuk mengawasi operasi sehari-hari di Gaza, tidak ada perwakilan Palestina di dewan yang lebih luas. Ini menurut para kritikus akan menghalangi potensi untuk menemukan solusi terhadap masalah-masalah politik yang sudah lama tidak dapat diselesaikan dan berisiko terhadap kembalinya kekerasan.
Donald Trump semalam memulai pidatonya dengan menyatakan berakhirnya perang di Gaza sambil menetapkan kondisi yang jelas untuk periode pascagenosida. "Hamas akan menyerahkan senjatanya seperti yang dijanjikan, atau akan ditindak dengan keras," dalam pesan langsung yang menghubungkan setiap kemajuan politik dengan komitmen militer gerakan tersebut di Gaza.
Dia juga mengakui peran Hamas dalam upaya kemanusiaan, dan menyatakan bahwa Hamas "melakukan peran besar dalam upaya pencarian jenazah para sandera di Gaza."
Trump menekankan komitmennya untuk "membuat Gaza menjadi baik dan memastikan pemerintahan yang baik," menjelaskan bahwa fase berikutnya bergantung pada restrukturisasi pemerintahan dan mencapai stabilitas sipil.
Ia mengesampingkan intervensi militer AS secara langsung, dengan mengatakan: "Saya rasa pengiriman pasukan ke Gaza untuk melenyapkan Hamas tidak diperlukan."
Dia menyimpulkan dengan menekankan tekanan internasional terhadap gerakan tersebut. “Dunia sekarang menunggu Hamas dan ini adalah satu-satunya hambatan yang menghalangi kita.”

3 hours ago
5















































