REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Lembaga riset bisnis internasional, MarketsandMarkets, memproyeksikan pasar verifikasi identitas global akan meningkat hampir dua kali lipat pada 2028.
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya risiko penipuan digital, regulasi yang semakin ketat, serta akselerasi transformasi digital di berbagai sektor. Di tengah pesatnya adopsi digital lintas industri, kebutuhan akan sistem verifikasi identitas yang aman dan andal kian meningkat.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, VIDA, penyedia solusi digital identity dan fraud prevention di Indonesia, mengumumkan langkah ekspansi global melalui ketersediaan layanannya di Amazon Web Services (AWS) Marketplace.
Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk membawa kapabilitas spesialisnya ke panggung global. "Selaras dengan standar keamanan internasional, sekaligus memperkuat fokus kami dalam membangun ekosistem identitas digital yang tepercaya bagi bisnis berskala besar,"kata dia.
Inisiatif ini dinilai memudahkan organisasi yang telah memiliki akun AWS untuk mengakses dan menggunakan solusi VIDA, dari verifikasi identitas, autentikasi, hingga tanda tangan digital secara lebih praktis dan terintegrasi.
Menurut Niki, ketersediaan VIDA di AWS Marketplace juga menyederhanakan cara organisasi membangun dan mengamankan infrastruktur identitas digital mereka. Niki mengatakan, pelanggan dapat memanfaatkan alokasi belanja AWS yang sudah disepakati sebelumnya, dengan proses penagihan yang terintegrasi dalam satu sistem. Proses pengadaan pun menjadi lebih sederhana, layanan autentikasi bisa langsung diaktifkan.
Layanan tersebut dirancang untuk memperkuat kepastian identitas pengguna sekaligus mendeteksi potensi penipuan berbasis Artificial Intelligence/kecerdasan buatan (AI) sejak tahap awal.
Niki mengatakan, kapabilitas tersebut dibangun untuk memenuhi standar regulasi dan kepatuhan,tanpa mengorbankan pengalaman pengguna, kecepatan implementasi, proses transformasi digital, maupun efisiensi operasional bisnis.
Dengan menggunakan teknologi liveness, VIDA memproses kurang lebih 2,5 juta data biometrik berupa foto wajah untuk membantu pencegahan adanya penggunaan identitas sintetik yang dimanipulasi dengan teknologi deepfake untuk membuat akun palsu. “Kehadiran VIDA di AWS Marketplace memungkinkan perusahaan di seluruh dunia mengadopsi layanan identitas digital terverifikasi dengan lebih cepat sekaligus memanfaatkan fleksibilitas dan keandalan infrastruktur AWS,” tambah Niki.
sumber : Antara

4 hours ago
7














































