OJK: Pasar Saham Masih Sangat Prospektif

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta investor tetap tenang dan rasional menyikapi dinamika pasar modal dalam beberapa waktu terakhir. Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, pasar saham Indonesia masih sangat prospektif dalam jangka menengah dan panjang.

“Kami mengimbau, terutama kepada publik dan khususnya investor, untuk selalu bersikap tenang, rasional, dan tidak reaktif dalam mengambil setiap keputusan investasi. Kami meyakini, pasar modal kita secara jangka menengah dan panjang masih sangat prospektif dan menarik sebagai sarana alternatif investasi,” ujar Hasan dalam konferensi pers Perkembangan Kondisi Pasar Modal di Gedung BEI, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Hasan optimistis, fundamental kinerja perusahaan tercatat akan terus menguat seiring terjaganya kinerja perekonomian domestik dan basis investor yang stabil serta terus tumbuh. “Kita harapkan, ke depan, kondisi fundamental para emiten tetap positif dari waktu ke waktu,” kata Hasan.

OJK juga berkomitmen memperkuat percepatan reformasi integritas pasar modal bersama seluruh pemangku kepentingan. Hasan menyebutkan, Satuan Tugas Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal akan segera terbentuk dan mulai beroperasi.

Berdasarkan analisis OJK, kondisi pasar modal Indonesia kembali bergerak cukup positif setelah mengalami volatilitas pada pekan sebelumnya, terutama dari sisi pengelolaan investasi. Sepanjang pekan pertama Februari 2026, pasar saham domestik bergerak dinamis dengan IHSG ditutup di level 7.935,26, turun 4,73 persen secara month to date dan melemah 8,23 persen secara year to date.

Nilai perdagangan saham tercatat tinggi dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp 32,88 triliun. Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 1,14 triliun secara harian dan Rp 11,02 triliun secara kumulatif year to date.

Di sisi lain, Hasan mengatakan, industri pengelolaan investasi justru melanjutkan tren positif pada pekan pertama Februari 2026. Total aset kelolaan atau asset under management (AUM) tercatat mencapai Rp 1.089,64 triliun.

Sementara itu, nilai aktiva bersih reksadana per 5 Februari 2026 mencapai Rp 722,21 triliun, tumbuh 2,98 persen secara month to date dan meningkat 6,94 persen secara year to date. “Perkembangan ini menunjukkan investor reksadana tetap aktif melakukan subscription di tengah dinamika pasar keuangan domestik,” ujar Hasan.

Read Entire Article
Politics | | | |