REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menjadi salah satu sektor paling dinamis dalam industri makanan dan minuman nasional, dengan pertumbuhan konsisten di kisaran 5–8 persen per tahun. Kapasitas produksinya mencapai 47 miliar liter per tahun, melibatkan lebih dari 700 perusahaan, serta menyerap sekitar 46 ribu tenaga kerja langsung, sekaligus menciptakan multiplier effect bagi berbagai sektor ekonomi lainnya.
Di tengah pertumbuhan tersebut, Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) menegaskan komitmennya untuk mendorong terbentuknya industri AMDK yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui penguatan organisasi, kolaborasi lintas pemangku kepentingan, serta advokasi kebijakan yang adaptif terhadap tantangan industri.
Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, mengatakan sejak berdiri pada 2025, AMDATARA secara aktif membangun dialog strategis dengan berbagai kementerian dan lembaga, mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), hingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Alhamdulillah, kami mendapat dukungan dari pemerintah sebagai mitra strategis dalam membangun industri AMDK yang kompetitif sekaligus berkelanjutan,” ujar Karyanto.,
Menurutnya kolaborasi dengan regulator menjadi kunci dalam menjawab tantangan industri, mulai dari harmonisasi regulasi, standar mutu dan keamanan pangan, perizinan air, sertifikasi halal, hingga implementasi Extended Producer Responsibility (EPR) dalam pengelolaan kemasan.
Selain memperkuat kemitraan nasional, AMDATARA juga membangun jaringan organisasi hingga tingkat daerah melalui penguatan struktur Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Langkah ini dinilai krusial mengingat sebagian besar pelaku industri AMDK beroperasi di daerah dan beririsan langsung dengan pemerintah daerah serta masyarakat sekitar.
“Penguatan jaringan daerah penting agar layanan kepada anggota lebih optimal, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah,” kata Karyanto.
Sebagai organisasi baru, AMDATARA memfokuskan penguatan pada dua aspek utama, yakni strategi komunikasi publik melalui media sosial dan kolaborasi luring, serta penguatan sekretariat untuk meningkatkan kualitas layanan organisasi dan efektivitas advokasi kebijakan.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari agenda besar AMDATARA dalam membangun asosiasi yang inklusif, kolaboratif, dan berintegritas, sekaligus mendorong keunggulan industri AMDK Indonesia melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, kepatuhan regulasi, serta penerapan prinsip ramah lingkungan.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat struktur industri AMDK nasional melalui penguatan tata kelola yang akuntabel, peningkatan standar mutu dan keamanan produk, peningkatan kompetensi pelaku usaha, serta kolaborasi solid lintas sektor.
Saat ini, AMDATARA menaungi lebih dari 80 perusahaan dengan lebih dari 150 merek AMDK di Indonesia. Keberadaan asosiasi ini diharapkan menjadi rumah bersama bagi pelaku industri dalam membangun ekosistem usaha yang profesional, inklusif, dan bertanggung jawab.
AMDATARA meyakini, industri AMDK yang kuat, aman, dan berkelanjutan akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkokoh struktur ekonomi nasional. Oleh karena itu, AMDATARA berkomitmen terus mendorong kolaborasi, inovasi, serta tata kelola yang baik sebagai kunci kemajuan industri AMDK Indonesia.

2 hours ago
7















































