Toilet wanita (ilustrasi). Buang air besar sekali sehari adalah hal yang masuk akal dan sehat, tidak melakukannya setiap hari bukan berarti seseorang sedang dalam masalah medis.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernah merasa cemas hanya karena tidak buang air besar (BAB) dalam satu hari? Sering kali muncul anggapan bahwa BAB satu kali sehari adalah "standar emas" kesehatan pencernaan, dan jika kurang dari itu, berarti ada yang salah dengan tubuh.
Padahal, kenyataannya kesehatan usus bersifat sangat individual dan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti pola makan, hidrasi, hingga tingkat aktivitas fisik. Ahli gastroenterologi dari Florida, AS, dr Joseph Salhab, mengatakan, meskipun menargetkan BAB sekali sehari adalah hal yang masuk akal dan sehat, tidak melakukannya setiap hari bukan berarti seseorang sedang dalam masalah medis.
Menurut dia, frekuensi buang air besar bukanlah satu-satunya tolok ukur. “Apakah perlu buang air besar setiap hari untuk menjadi sehat? Sebenarnya, inilah yang benar-benar perlu diperhatikan untuk menilai apakah BAB sehat atau tidak. Beberapa orang buang air besar tiga kali sepekan dan yang lain tiga kali sehari, namun keduanya bisa jadi normal," kata dia dikutip dari laman Hindustan Times pada Kamis (12/2/2026).
Hal ini menunjukkan bahwa rentang normal medis sebenarnya cukup luas, yaitu antara tiga kali sehari hingga tiga kali sepekan. Dia mengingatkan bahwa tekstur terkadang lebih menipu daripada frekuensi.
“Beberapa orang buang air besar berkali-kali dalam sehari tetapi bentuknya seperti pelet kecil. Itu sebenarnya bisa jadi sembelit. Orang lain mungkin hanya buang air besar setiap beberapa hari, tetapi ukuran dan konsistensinya normal," kata dia.
Sebagai contoh, seseorang yang selama bertahun-tahun merasa nyaman dengan pola BAB dua hari sekali dengan bentuk yang baik, secara medis dianggap normal dan bukan penderita sembelit. Lalu, apa yang sebenarnya harus kita perhatikan sebelum menekan tombol flush di toilet?

2 hours ago
8













































