Menag Tegaskan Gedung Baru MUI di Bundaran HI tak Terkait BoP

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Agama (Menang) RI, Prof Nasaruddin Umar menegaskan rencana pembangunan gedung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, yang disiapkan Presiden Prabowo Subianto tidak berkaitan dengan dukungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap Board of Peace (BoP). Menurutnya, gedung tersebut dirancang untuk memperkuat pengelolaan dan pemberdayaan dana umat secara lebih profesional.

Menurut Nasaruddin, inisiatif pembangunan fasilitas tersebut berangkat dari keinginan Presiden Prabowo agar potensi dana umat yang selama ini belum terkelola optimal dapat dikembangkan melalui tata kelola yang lebih baik di bawah bimbingan MUI.

“Bapak Presiden ingin melihat dana-dana umat yang belum terolah dengan baik secara profesional itu diberikan tempat supaya lebih profesional juga, dan itu akan menjadi bimbingan Majelis Ulama,” ujar Nasaruddin saat ditemui usai membuka acara Mukernas I MUI di Jakarta, Kamis (12/2/2026). 

Ia menjelaskan, gedung tersebut tidak sepenuhnya diperuntukkan bagi MUI sebagai kantor lembaga, melainkan sebagai pusat kegiatan pemberdayaan dana umat melalui Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU). MUI, kata dia, akan tetap memiliki ruang tersendiri, namun operasional kegiatan pemberdayaan dana umat tetap berada dalam arahan lembaga tersebut.

“Jadi itu sebenarnya bukan sepenuhnya untuk Majelis Ulama, tapi untuk pemberdayaan dana umat yang ada dalam masyarakat kita,” ucapnya.

Nasaruddin juga menepis anggapan yang mengaitkan rencana pembangunan gedung tersebut dengan Board of Peace (BoP). Ia menegaskan, gagasan pembentukan LPDU sudah lebih dulu digulirkan sebelum wacana BoP muncul di ruang publik.

“Duluan kita lahirkan istilah itu daripada BoP.  BoP kan baru kemarin. Sedangkan LPDU ini, Lembaga Pemberdayaan Dana Umat ini tahun lalu kan. Jadi sama sekali tidak ada kaitannya,” kata Nasaruddin.

Ia pun berharap sinergi antara ulama dan pemerintah melalui penguatan kelembagaan pemberdayaan dana umat dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Jadi insya Allah MUI sudah sangat bagus ya posisi sosialnya dengan pemerintah dan ini kita harapkan yang menikmati nanti kalau terjadi keakraban antara ulama dan umara itu adalah masyarakat Indonesia,” jelas Nasaruddin.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan telah menyiapkan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, untuk pembangunan gedung yang akan digunakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan berbagai lembaga umat Islam. 

"Dan hari ini, saya bisa sampaikan bahwa saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam," katanya saat menyampaikan taklimat dalam agenda pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Read Entire Article
Politics | | | |