Moody’s Tahan Rating Indonesia Baa2, Tapi Outlook Berubah Jadi Negatif

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service (Moody’s) mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2, satu tingkat di atas batas investment grade, dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Deni Surjantoro menjelaskan hasil afirmasi tersebut merupakan tahapan akhir dari proses asesmen serta diskusi bersama sejumlah kementerian/lembaga (K/L). Hal itu disampaikan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

K/L yang terlibat antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Otoritas Jasa Keuangan, Danantara Indonesia, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dalam laporannya, Moody’s memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil Indonesia akan tetap stabil dalam jangka menengah, ditopang kekayaan sumber daya alam serta struktur demografi yang mendukung.

Beban utang pemerintah dinilai tetap terkendali berkat kebijakan fiskal dan moneter yang dijalankan secara hati-hati, dengan inflasi yang terjaga dalam sasaran.

Deni menyebut Moody’s memahami upaya Pemerintah Indonesia dalam melakukan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Pengelolaan kebijakan fiskal kini memperoleh tambahan dorongan dengan hadirnya Danantara sebagai mesin pertumbuhan baru.

Dalam konteks investasi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai akan semakin berperan sebagai katalis yang menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat melalui berbagai program yang menyasar langsung masyarakat, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga program perumahan rakyat.

Namun demikian, Moody’s menekankan pentingnya menjaga prediktabilitas pengambilan kebijakan, komunikasi publik, serta kualitas koordinasi antarkementerian/lembaga di tengah perubahan kebijakan dan tata kelola perekonomian yang sedang berlangsung.

Moody’s juga menyoroti pentingnya penguatan basis penerimaan negara guna mendukung belanja prioritas dan menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Pemerintah, kata Deni, akan terus melakukan transformasi, mengaktifkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi, serta memastikan setiap potensi risiko dapat dikelola dengan baik. Langkah tersebut mencakup debottlenecking yang menghambat aktivitas usaha serta sinergi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas harga, nilai tukar, dan pasar keuangan.

Pemerintah pun optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Indikasi perbaikan ekonomi telah terlihat, salah satunya melalui kinerja pertumbuhan ekonomi sebesar 5,39 persen pada kuartal IV 2025 yang melampaui ekspektasi pasar.

“Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi akan terus membaik dengan komitmen pengelolaan ekonomi yang semakin baik, ditopang konsumsi rumah tangga yang meningkat serta investasi yang tumbuh di berbagai sektor sebagai indikator menguatnya kepercayaan investor terhadap Indonesia,” tutur Deni.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Politics | | | |