Memaknai Penganugerahan (DR. H.C.) Megawati dalam Hubungan Indonesia-Saudi

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr. C.A. Jamaluddin, L.C., Ms.J, Pemerhati Hubungan Indonesia – Arab Saudi dan Researcher  Kedubes Arab Saudi di Jakarta

Menurut rencana pada 7 Februari 2026, Presiden Republik Indonesia Kelima, Ibu Hj. Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, akan menerima penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (H.C.) dari Universitas Princess Nourah Binti Abdulrahman (PNU), Riyadh, Kerajaan Arab Saudi. Penganugerahan ini, tentu tidak hanya memiliki makna simbolik bagi seorang Megawati yang telah memperoleh sejumlah gelar Profesor dan Doktor Honoris Causa dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Luar Negeri. Namun penganugerahan gelar Doktor (H.C.) kali ini sungguh sangat istimewa, karena pihak yang menyematkan gelar ini adalah satu-satunya universitas khusus wanita (PNU) dan berada di salah satu negeri terpenting umat Islam, yaitu Kerajaan Arab Saudi (KSA).

Lantas apa makna di balik penganugerahan (H.C.) ini bagi hubungan bilateral Republik Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi, di tengah kondisi global yang tidak menentu dan semakin menajamnya hegemoni Barat, khususnya yang dilancarkan AS di bawah rezim Donald Trump melalui kebijakan luar negerinya  melalui pendekatan Tongkat Besar (Big Stick Policy) yang merupakan kepanjangan dari kebijakan Presiden Theodore Roosevelt pada awal abad ke-20? Kebijakan ini didasarkan pada negosiasi damai (berbicara dengan lembut) dengan ancaman tersirat untuk menggunakan kekuatan militer yang luar biasa (Tongkat Besar) untuk memaksakan kepentingan Amerika, terutama di Amerika Latin, seperti (penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro) beberapa waktu lalu, dan untuk memastikan hegemoni internasional, seperti (upaya penguasaan Greenland) dan seterusnya.

Kembali kepada penganugerahan doktor (.HC.) Presiden Kelima Megawati oleh Universitas Princess Nourah Binti Abdulrahman (PNU). Menurut catatan penulis ada tiga poin penting yang kiranya dapat disimpulkan dari pemberian gelar doktor (H.C.) kepada Presiden Kelima, Megawati Soekarnoputri.

Pertama, penganugerahan ini bagian dari penguatan strengthening educational relations yang diawali dengan apa yang disebut Jaringan Keagamaan Awal (Abad ke-17 – Abad ke-19), yaitu hubungan pendidikan yang dimulai melalui ibadah haji, di mana umat Muslim Indonesia pada waktu itu tinggal di Mekah dan Madinah untuk belajar. Pada awal abad ke-17, komunitas Aceh telah tercatat tinggal di Hijaz untuk belajar agama. Selanjutnya pendirian Sekolah Formal di Mekah (Awal Abad ke-20): Pada 1934, Madrasah al-Shaulatiyah dan kemudian Sekolah Agama Indonesia di Mekah didirikan untuk melayani secara khusus siswa Asia Tenggara.

Meskipun hubungan diplomatik formal antara Republik Indonesia modern dan Kerajaan Arab Saudi telah dijalin sejak 1950, namun pertukaran pendidikan dan budaya telah aktif selama berabad-abad sebelumnya. Tonggak penting dalam hubungan pendidikan antar kedua negara adalah didirikannya Institut Studi Arab dan Islam atau yang lebih dikenal dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Jakarta pada 1980, yang berafiliasi dengan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Riyadh. 

Saat ini jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Arab Saudi berjumlah 2.226 siswa (data 2024). Di samping itu, terdapat sekolah  Indonesia di Jeddah (SIJ) untuk jenjang pendidikan SD hingga SMA yang diperuntukan bagi putra – putri diplomat Indonesia dan ekspatriat Indonesia di Arab Saudi. Sementara Saudi Arabia juga memiliki Sekolah Haramain Saudi School di Jakarta untuk jenjang TK hingga SMA yang diperuntukkan bagi putra putri diplomat Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya serta ekspatriat negara-negara Arab yang bermukim di Jakarta.

Kedua penganugerahan ini merefleksikan hubungan sustainable relationships dan hubungan yang saling menghormati (mutually respectful relationship). Penulis pernah berkesempatan mendampingi pertemuan antara Duta Besar Pelayan Dua Kota Suci di Jakarta periode 2012 dan mantan Ketua MPR-RI (Taufik Kiemas), dan juga suami dari Ibu Megawati Soekarnoputri, di mana pembahasan yang penulis catat saat itu, adalah jawaban Pak Taufik bagaimana mendeskripsikan hubungan Indonesia-Arab Saudi. Beliau dengan lugas menyampaikan sepanjang ada Ka’bah (kiblatnya umat Islam) dan Madinah (Kota Rasulullah SAW), hubungan kedua negara akan tetap berdiri tegak (sampai Dia mewarisi bumi dan segala isinya). 

Ungkapan tersebut tentu tidak mengada-ngada, dan level puncak hubungan kedua negara dimulai sejak kunjungan bersejarah oleh Yang Mulia Dua Pelayan Kota Suci, Raja Salman bin Abdulaziz  ke Indonesia pada 2017. Selanjutnya kunjungan Putra Mahkota dan Perdana Menteri Saudi (MBS) ke Bali dalam rangka mengikuti KTT G-20 serta kunjungan Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo ke Arab Saudi (September 2015, Mei 2017, April 2019, Oktober 2023 dan November 2023). Sementara Presiden Prabowo Subianto, telah berkunjung ke Arab Saudi dalam kapasitasnya sebagai Presiden, yaitu pada Juli 2025.

Ketiga penganugerahan (H.C.) ini adalah sejalan dengan transformasi Saudi di bidang pemberdayaan perempuan, yang digagas oleh Princess Nourahi binti Abdulrahman Al Saud (1875–1950) dan diperkuat Putra Mahkota (MBS) melalui visi 2030-nya. Princess Nourah adalah kakak perempuan Raja Abdulaziz yang berpengaruh, pendiri Arab Saudi modern. Dikenal karena kebijaksanaan dan karakternya yang kuat, ia adalah penasihat tepercaya bagi saudara laki-lakinya dalam masalah sosial, politik, dan pendidikan. Ia diabadikan namanya dalam salah satu perguruan tinggi Arab Saudi, Princess Nourah Binti Abdulrahman (PNU) di Riyadh, universitas wanita terbesar di dunia.

Menurut rencana Ibu Megawati Soekarnoputri akan menyampaikan orasi ilmiah di hadapan civitas akademika di (PNU) Riyadh, dengan tema: "Women's leadership in state government". Penganugerahan Doktor Honoris Causa kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, tidak hanya menjadi symbol persahabatan Indonesia-Saudi, namun juga penghargaan dari negeri dua kota suci kepada kaum perempuan Indonesia dan perempuan muslimah di dunia. Wallahu’alam. 

Read Entire Article
Politics | | | |