Marak Phishing, Ini Tips Memilih Rekening Digital yang Aman

4 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kasus phishing atau pencurian data pribadi dan pembobolan akun keuangan digital terus berulang. Modusnya makin beragam, dari tautan palsu hingga penyamaran layanan pelanggan. Di tengah tren investasi lewat aplikasi, investor ritel diminta tak hanya mengejar imbal hasil, tetapi juga memastikan sistem penyimpanan dana benar-benar aman.

Di pasar modal, dana yang mengendap di rekening dana nasabah (RDN) umumnya berbunga tipis, rata-rata di bawah 0,2 persen per tahun. Aman, tetapi kurang produktif. Namun keamanan tetap tak boleh dikompromikan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih rekening digital. Pertama, pastikan berada di bawah pengawasan regulator. Platform yang terdaftar dan diawasi otoritas resmi memberi lapisan perlindungan hukum bagi nasabah.

Kedua, cek sistem keamanan berlapis. Autentikasi ganda, notifikasi transaksi real time, hingga pemisahan dana nasabah dari rekening operasional perusahaan menjadi standar minimum.

Ketiga, pahami struktur dananya. Dana yang ditempatkan di RDN, misalnya, secara prinsip terpisah dari aset perusahaan sekuritas sehingga lebih terlindungi jika terjadi gangguan sistem.

Melihat kebutuhan tersebut, Indo Premier Sekuritas (IPOT) meluncurkan xRDN, skema penempatan dana berbasis RDN dengan imbal hasil sekitar 2 persen per tahun. Produk ini diklaim tetap likuid dan mengedepankan penguatan sistem perlindungan.

“Di saat banyak pihak fokus pada fitur dan pertumbuhan, kami memilih fokus pada fondasi. Dana nasabah harus produktif, tetapi sistemnya harus jauh lebih kuat. Security bukan tambahan, security adalah fondasi IPOT,” ujar President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The dalam keterangan, Rabu (18/2/2026).

IPOT menegaskan produk tersebut bukan instrumen spekulatif dan tidak menjanjikan imbal hasil tetap. Dana tetap mengikuti mekanisme pasar dan regulasi yang berlaku.

Di era transaksi serbadigital, lanjutnya, keamanan menjadi faktor pembeda. Investor ritel kini lebih selektif. Bunga boleh menarik, tetapi sistem perlindungan tetap menjadi syarat utama. Tanpa itu, keuntungan kecil bisa lenyap dalam sekejap akibat satu klik yang salah.

Read Entire Article
Politics | | | |