REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menyoroti tantangan yang dihadapi industri penyiaran daerah di era disrupsi teknologi informasi dan media sosial. Menurutnya, langkah digitalisasi penyiaran yang dijalankan pemerintah saat ini masih sebatas tahap elektronifikasi dan belum menyentuh digitalisasi secara menyeluruh, termasuk pada aspek proses bisnis dan birokrasi.
Meskipun pemerintah mendorong digitalisasi, Eko menilai, implementasinya masih sebatas elektronifikasi.
"Apa yang dijalankan pemerintah saat ini masih urusan elektronifikasi belum digitalisasi. Ini penting jadi perhatian. Pemerintah bilang digitalisasi, tapi jauh konsep proses bisnisnya. Termasuk urusan birokrasi pemerintahan kita," kata Eko, Senin (23/2/2026).
Eko menekankan, pentingnya Perda DIY Nomor 13 Tahun 2016 yang mengatur kewajiban penyiaran daerah untuk menayangkan konten lokal. Menurutnya, kondisi industri penyiaran di DIY saat ini belum berjalan optimal, khususnya dari sisi model bisnis dan keberlanjutan produksi konten.
"Perda DIY No 13/2016 memberikan pesan jelas. Penyiaran di daerah harus diproduksi dan diisi dengan muatan nilai lokal. Hanya kita maklum bersama kondisinya jauh dari ideal termasuk soal bisnis penyiaran," ucapnya.
Eko juga menyoroti perubahan perilaku masyarakat serta pengaruh algoritma media sosial yang membuat konten viral cepat kehilangan momentum. Kondisi ini, menurutnya, menuntut media lokal untuk semakin inovatif dan adaptif.
Ia menegaskan tiga nilai utama yang perlu dipegang pelaku penyiaran, yakni integritas, keberanian, dan kemampuan membangun jejaring. Seluruh elemen industri, dari lembaga media hingga jurnalis di lapangan, didorong untuk terus meningkatkan kualitas konten sebagai langkah krusial demi mempertahankan kepercayaan dan eksistensi di tengah publik.
Lebih jauh, Eko berharap industri penyiaran lokal tidak semata-mata berfokus pada percepatan adopsi teknologi digital, tetapi juga konsisten memperkuat konten berbasis nilai dan kearifan lokal sebagai identitas sekaligus daya tarik bagi masyarakat. Ia menekankan, pentingnya media lokal menjaga independensi serta menjadikan nilai-nilai lokal sebagai fondasi dalam setiap karya yang dihasilkan.
"Tantangannya hari ini, bagaimana media mampu menggerakkan sikap. Kekuatan isi media saya percaya bisa independen. Kalau viral juga tidak lama. Saya percaya konten media bisa jadi agenda publik, mari berjuang bersama sama," ujarnya.

3 hours ago
8














































