FIFA Rilis Jadwal Resmi FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Lawan St Kitts & Nevis pada 28 Maret

3 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — FIFA resmi merilis jadwal pertandingan FIFA Series 2026 yang akan digelar pada jendela internasional Maret dan April 2026. Rilis ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan berkelanjutan kompetisi yang dirancang untuk memperluas kesempatan bertanding bagi tim nasional putra dan putri di seluruh dunia.

Sebanyak 48 tim nasional, gabungan tim putra dan putri, akan ambil bagian. Mereka mewakili hampir seperempat dari total 211 Asosiasi Anggota FIFA dan berasal dari enam konfederasi. Seluruh peserta akan dibagi ke dalam 12 grup, masing-masing berisi empat tim.

Sebelas asosiasi anggota FIFA ditunjuk sebagai tuan rumah, dengan Rwanda dipercaya menyelenggarakan dua grup. Dari total 12 grup, sembilan di antaranya diikuti tim nasional putra dan tiga grup diisi tim nasional putri.

Indonesia juga akan menjadi tuan rumah. Indonesia tergabung dengan Bulgaria, Kepulaua Solomon, dan St Kitts & Nevis dalam grup yang akan bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Inisiatif FIFA Series sebelumnya telah disetujui oleh Dewan FIFA pada Desember 2022 dan selaras dengan Tujuan Strategis FIFA untuk Permainan Global 2023–2027. Kompetisi ini bertujuan memfasilitasi laga persahabatan internasional yang lebih bermakna, terutama mempertemukan tim-tim dari konfederasi berbeda yang jarang saling berhadapan.

Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat pemerataan kualitas sepak bola global, sekaligus memberi pengalaman kompetitif bagi negara-negara yang tengah berkembang.

Edisi 2026 menjadi kelanjutan dari keberhasilan edisi percontohan pada 2024. Dengan jadwal resmi yang kini dipublikasikan, asosiasi anggota, pemangku kepentingan, dan penggemar memiliki gambaran utuh mengenai rangkaian pertandingan yang akan berlangsung.

Format lebih lompetitif

Meski seluruh laga berstatus persahabatan internasional, peserta sepakat menghadirkan format yang lebih kompetitif. Beberapa grup akan menggunakan format semifinal dan final, sementara lainnya menerapkan pertandingan yang telah ditentukan sebelumnya.

Menariknya, setiap laga yang berakhir imbang akan langsung dilanjutkan ke adu penalti tanpa perpanjangan waktu. Di setiap grup tetap akan ditentukan satu juara, terlepas dari format yang digunakan.

FIFA mendukung pendekatan yang dipimpin oleh peserta tersebut karena dinilai meningkatkan daya saing pertandingan, memperkaya pengalaman olahraga, serta membuat laga lebih menarik bagi publik.

Read Entire Article
Politics | | | |