Elnusa Petrofin mendukung implementasi green terminal Tanjung Sekong.
REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON – PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, terlibat dalam implementasi Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Peresmian oleh PT Pertamina (Persero) menjadi bagian dari pengembangan praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) serta ekosistem energi rendah karbon.
Green Terminal merupakan proyek sertifikasi fasilitas pelabuhan berbasis delapan pilar keberlanjutan, termasuk manajemen lingkungan, digitalisasi operasional, teknologi ramah lingkungan, ekonomi sirkular, pengendalian kualitas lingkungan, perlindungan biodiversitas, serta penguatan kapasitas SDM. Program ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional terminal dan mendukung daya saing aset energi nasional di tengah tren global ESG.
Terminal LPG Tanjung Sekong dipilih sebagai proyek percontohan karena kapasitasnya yang strategis, menyumbang sekitar 35–40 persen kebutuhan LPG nasional dengan kapasitas penyimpanan 98.000 metrik ton dan dermaga berkapasitas hingga 65.000 DWT. Transformasi terminal ini menjadi Green Terminal diharapkan memperkuat fondasi keberlanjutan pada salah satu aset energi utama Indonesia.
Dalam proyek ini, Elnusa Petrofin berperan dalam logistik rantai nilai green energy Pertamina, khususnya distribusi hidrogen hijau yang diproduksi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dari panas bumi Ulubelu. Hidrogen hijau digunakan untuk mendukung operasional pembangkit listrik rendah karbon di Terminal Tanjung Sekong, yang ditargetkan mampu memenuhi hingga 25 persen kebutuhan listrik operasional terminal dan menurunkan emisi tidak langsung (scope 2).
Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, mengatakan inisiatif Green Terminal bagian dari pengembangan ekosistem energi rendah karbon dan implementasi peta jalan Net Zero Emission 2060 Pertamina. “Sekaligus untuk memperkuat daya saing perusahaan menghadapi tuntutan global terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab,” kata dia dalam siaran pers Elnusa, Sabtu (14/2/2026).
Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, menambahkan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari strategi memperluas kapabilitas logistik energi bersih, sekaligus membuka potensi pendapatan berulang di segmen transisi energi.
Implementasi Green Terminal diharapkan menjadi model infrastruktur energi rendah karbon yang mendukung ketahanan energi nasional dan memperkuat posisi Elnusa dalam ekosistem energi Pertamina.

4 hours ago
8














































