DPK Bank Mandiri Melonjak 23,9 Persen Sepanjang 2025 Jadi Rp 2.105 Triliun

2 hours ago 3

Paparan Kinerja Bank Mandiri Tahun 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri melonjak 23,9 persen secara tahunan sepanjang 2025 menjadi Rp 2.105,8 triliun. Lonjakan DPK tersebut menjadi penopang utama likuiditas Bank Mandiri dalam menjaga ekspansi pembiayaan secara berkelanjutan.

Struktur pendanaan Bank Mandiri juga tetap sehat, ditopang pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 12,6 persen secara tahunan menjadi Rp 1.431,4 triliun. Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, penguatan dana masyarakat tersebut tidak terlepas dari strategi integrasi layanan dan transaksi nasabah yang semakin solid.

“Pertumbuhan ini sejalan dengan penguatan ekosistem layanan keuangan Bank Mandiri yang semakin terintegrasi, didukung sinergi antar kanal digital dan transaksi nasabah yang mampu mengakselerasi penghimpunan dana murah sebagai basis pendanaan yang unggul dan berkelanjutan,” ujar Riduan dalam Paparan Kinerja Bank Mandiri Tahun 2025 yang digelar secara daring, Kamis (5/2/2026).

Likuiditas yang terjaga tersebut memberi ruang bagi Bank Mandiri untuk mendorong penyaluran kredit secara terukur. Hingga akhir 2025, kredit Bank Mandiri tumbuh 13,4 persen secara tahunan menjadi Rp 1.895 triliun, dengan pertumbuhan yang relatif merata di seluruh segmen usaha.

Dari sisi kualitas aset, ekspansi pembiayaan tetap diiringi pengelolaan risiko yang disiplin. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross Bank Mandiri tercatat di level 0,96 persen, berada di bawah rata-rata industri perbankan nasional.

Kondisi likuiditas dan kualitas aset tersebut menopang kinerja laba Bank Mandiri sepanjang 2025 yang mencapai Rp 56,3 triliun. Kinerja ini mencerminkan kemampuan perseroan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kehati-hatian di tengah ketidakpastian global.

Riduan menegaskan, ke depan Bank Mandiri akan terus menjaga struktur pendanaan yang sehat sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang.

“Pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas Bank Mandiri kami jaga secara disiplin dan terukur sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang. Dengan struktur pendanaan yang sehat, kualitas pembiayaan yang terjaga, serta diversifikasi sumber pendapatan yang terus diperkuat, Bank Mandiri berada pada posisi yang solid untuk melanjutkan peran intermediasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Tanah Air,” ujarnya.

Read Entire Article
Politics | | | |