Penumpang Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Kereta Cepat Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (28/3/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan negosiasi penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh dengan pihak China, dapat diselesaikan pada kuartal pertama 2026. Danantara merasa tak ada masalah dengan utang proyek Whoosh.
Saat ini, Danantara sedang dalam proses diskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, terkait waktu keberangkatan ke China untuk melakukan proses negosiasi. "Nanti kita tunggu Pak Menko (ke China), tapi nggak usah khawatir. Insya Allah kuartal satu selesai (negosiasi KCIC)," ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2026).
Dony memastikan, Danantara terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), terkait mekanisme penyelesaian utang Whoosh yang di kisaran Rp1,2 triliun per tahun. "Nanti, sedang didiskusikan dengan Kementerian Keuangan.Tapi, Insya Allah, mudah-mudahan, kan sudah selesai. Ya kan sudah disampaikan berkali-kali," ujarnya.
Dony mewanti-wanti untuk tidak mengkhawatirkan terkait dengan utang Whoosh,. Dia memastikan bahwa proses penyelesaiannya dengan China akan segera dilakukan. "Yang dikhawatirkan apa? Masalahnya apa sebenarnya? Saya juga bingung. Masalahnya apa sih. Apa coba? Kan suka hobi nanya aja. Sebetulnya kan sudah selesai. Proses itu akan diselesaikan," ujar Dony.
Dia mengingatkan proyek Kereta Cepat Whoosh yang menghubungkan antara Jakarta dan Bandung, telah memberikan dampak ekonomi secara berkelanjutan kepada masyarakat Indonesia. "Dia memberikan dampak ekonomi. Secara operasional mereka mampu untuk sustain. Masalahnya kan hanya di investasi kita yang kekecilan, sehingga utangnya menjadi besar waktu pembangunan," ucap Dony.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum membahas lebih lanjut perihal penyelesaian utang proyek Whoosh dengan pihak Istana Negara. "Nanti, saya belum dipanggil untuk masalah itu," kata Purbaya.
sumber : Antara

2 hours ago
3















































