Danantara Targetkan Perampingan Ratusan BUMN Rampung Tahun Ini

3 hours ago 5

Danantara Indonesia menargetkan proses perampingan BUMN maupun anak-cucu usahanya dapat selesai pada tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Chief Operational Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menargetkan proses perampingan BUMN maupun anak-cucu usahanya dapat selesai pada tahun ini. Dony mengatakan Danantara Indonesia terus melakukan pemetaan rencana konsolidasi maupun likuidasi ratusan BUMN.

"Kita sudah petakan. Pokoknya tahun ini kita harus selesai melakukan seluruh serampingan BUMN," ujar Dony usai menghadiri acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 di Auditorium Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Dony menyampaikan perampingan ratusan BUMN akan memberikan efisiensi lantaran adanya penyusutan jumlah direksi dan komisaris. Dony mengatakan perampingan BUMN menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola BUMN agar lebih efisien dan berdaya saing.

"Supaya lebih efisien kan, kan banyak perusahaan kita yang tidak efisien, masih rugi, skalanya kecil-kecil," sambung Dony.

Dony menilai transformasi dan reformasi ini merupakan bentuk komitmen Danantara dalam memperbaiki kondisi BUMN. Dony meyakini perampingan justru akan mampu meningkatkan kinerja BUMN ke depan. Dony optimistis perampingan akan meningkatkan kapitalisasi BUMN dengan laba yang terus meningkat.

"(Kapitalisasi) tambah tinggi karena kan menjadi efisien, labanya meningkat, tentu kapitalisasinya menjadi lebih baik," lanjut Dony.

Dony juga memastikan aksi konsolidasi maupun likuidasi BUMN tidak akan berdampak terhadap para pekerja. Dony mengatakan Danantara berupaya mencegah adanya pengurangan karyawan sebagai imbas dari efisiensi jumlah BUMN.

"Karyawannya tentu akan di-absorb di perusahaan-perusahaan hasil konsolidasi. Ini yang akan kita lakukan. Jangan tidak usah khawatir," sambung dia.

Dony mengatakan konsolidasi tidak hanya dilakukan terhadap sektor asuransi, melainkan juga perusahaan reasuransi pelat merah seperti Nasional Reasuransi (NasRe), Tugu, dan Reasuransi Indonesia Utama (RIU). Dony menyampaikan perusahaan reasuransi BUMN tersebut tidak dalam kondisi kinerja yang baik selama ini.

"Ini sedang kita tinjau, apakah likuidasi atau kita merger? Masih mampu atau tidak? Tapi kita ke depannya hanya punya satu perusahaan cukup, tapi kuat daripada kita punya banyak tapi kecil-kecil," kata Dony.

Read Entire Article
Politics | | | |