Bahlil Ungkap Hasil Kesepakatan Energi dari AS, Siap Belanja Impor 15 Miliar Dolar AS

3 hours ago 7

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia akan membelanjakan sekitar 15 miliar dolar AS untuk membeli energi dari Amerika Serikat. Pembelian tersebut mencakup BBM jadi, LPG, dan minyak mentah sebagai bagian dari implementasi kesepakatan dagang antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump.

Alokasi belanja energi itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan kedua negara. Implementasi teknis pembelian akan dijalankan oleh PT Pertamina (Persero) setelah proses finalisasi yang ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari.

“Dalam perjanjian tersebut telah dimuat secara jelas bahwa untuk memberikan keseimbangan neraca perdagangan kita, maka dari sektor ESDM akan membelanjakan kurang lebih sekitar 15 miliar dolar AS. Dari jumlah itu terdiri atas pembelian BBM jadi, LPG, dan crude (minyak mentah),” kata Bahlil di Washington DC, Jumat (20/2/2026) malam waktu Indonesia.

Ia menegaskan pembelian dari Amerika Serikat tidak akan menambah volume impor energi nasional. Pemerintah hanya mengalihkan sebagian sumber pasokan dari kawasan lain ke Amerika Serikat.

Selama ini impor energi Indonesia berasal dari Asia Tenggara, Timur Tengah, dan sejumlah negara di Afrika. Pergeseran sumber pasokan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keekonomian agar memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

“15 miliar dolar AS yang kita alokasikan untuk membeli BBM di Amerika Serikat bukan berarti menambah volume impor. Namun, kita menggeser sebagian volume impor dari beberapa negara,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan Indonesia masih mengimpor LPG sekitar 7 juta ton per tahun. Sebagian pasokan selama ini juga berasal dari Amerika Serikat dan volumenya akan ditingkatkan dalam skema baru tersebut.

Read Entire Article
Politics | | | |