Bagian Kerja Sama Indonesia-AS, Pertamina Perkuat Hubungan dengan Perusahaan Amerika

1 hour ago 4

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan Pertamina memperkuat kerja sama dengan sejumlah perusahaan energi Amerika Serikat untuk meningkatkan produksi migas nasional. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- PT Pertamina (Persero) memperkuat kerja sama dengan sejumlah perusahaan energi Amerika Serikat untuk meningkatkan produksi migas nasional melalui transfer teknologi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan langkah ini menjadi bagian dari tindak lanjut kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Pertamina telah merintis penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan beberapa mitra strategis, antara lain ExxonMobil, Chevron, KDT Global Resources, dan Hartree. Dalam waktu dekat, kerja sama juga diperluas melalui penandatanganan MoU dengan Halliburton untuk mendukung program peningkatan perolehan minyak (enhanced oil recovery/EOR).

“Yang telah kami lakukan pada bulan Juli, kami juga telah merintis beberapa penandatanganan MoU dengan beberapa calon mitra dari Amerika Serikat, antara lain ExxonMobil, Chevron, KDT Global Resources, Hartree, dan kami juga masih membuka kepada calon mitra dari Amerika Serikat lainnya,” ujar Simon dalam paparan di Washington, dikutip Sabtu (21/2/2026) lalu.

Ia menjelaskan, kolaborasi dengan perusahaan energi global tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan kapabilitas internal Pertamina melalui alih teknologi dan penerapan praktik terbaik industri migas global.

Kemitraan ini dinilai penting untuk menghadapi tantangan penurunan alami produksi (natural decline) yang terjadi di sejumlah lapangan migas nasional.

“Jadi kerja sama ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi lebih dari itu, yakni transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan tentunya dengan best global practices dalam industri minyak dan gas yang bisa mendorong agar kita semakin meningkatkan produksi,” kata Simon.

Read Entire Article
Politics | | | |