REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025 turut menciptakan sekitar 1,3 juta lapangan kerja baru. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut penambahan tenaga kerja tersebut sejalan dengan kinerja ekonomi yang terus membaik hingga akhir tahun.
“Itu juga pertumbuhan tersebut kan menciptakan lapangan pekerjaan itu sekitar 1,3 juta sehingga ada tambah orang yang bekerja,” ujar Airlangga kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, penciptaan lapangan kerja terjadi di tengah pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 yang mencapai 5,39 persen, dengan pertumbuhan tahunan (year on year/yoy) sebesar 5,11 persen. “Jadi pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat angkanya baik, yaitu di 5,39 persen dan secara year on year 5,11 persen. Ini dibandingkan beberapa negara relatif situasinya baik dan kalau kita lihat kuartal per kuartal itu terus baik dan ini adalah tertinggi dari empat kuartal yang lalu,” katanya.
Menurut Airlangga, sektor-sektor utama yang menjadi penopang ekonomi juga berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Sektor perindustrian mencatat pertumbuhan 5,4 persen dengan kontribusi tinggi terhadap perekonomian nasional. “Ya tentu kita lihat pertumbuhan dari sektor industrinya kan kelihatan, sektor industri sudah 5,4 persen dan itu expansion dibandingkan tahun yang lalu,” ujarnya.
Selain industri, sektor pertanian juga menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. “Demikian juga sektor pertanian tumbuhnya dibandingkan yang lalu juga jauh, jadi itu juga ada employment dan yang lain,” kata Airlangga.
Ia menambahkan, sektor industri, perdagangan, dan pertanian merupakan tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi lebih dari 40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Nah ini juga tumbuhnya relatif tinggi dan ini merepresentasi lebih dari 40 persen ekonomi kita dan ditambah lagi dengan dari sektor konsumsi juga positif,” ujarnya.
Airlangga menilai penciptaan lapangan kerja tersebut tidak terlepas dari berbagai stimulus yang digelontorkan Pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. “Plus kita kan memberikan banyak keleluasaan seperti PPN DTP, kemudian kita juga memberi gaji di bawah Rp 10 juta ditanggung oleh Pemerintah PPh-nya. Jadi banyak kita memberikan stimulus, jadi tentu itu yang membedakan dibandingkan tahun lalu,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat pekerjaan rumah di sisi penerimaan negara. “Ya, pertama tentu itu kan menjadi PR (Pekerjaan Rumah) peningkatan pajak itu yang harus menjadi PR terus dan tentu kita sudah bahas dengan Menteri Keuangan bagaimana coretax itu dioptimalkan. Karena kita tidak ingin penerimaan pajak single digit,” ujar Airlangga.
Dengan ekspansi sektor-sektor utama dan stimulus yang masih berjalan, Pemerintah berharap penyerapan tenaga kerja dapat terus berlanjut seiring upaya menjaga momentum ekonomi ke depan.
sumber : Antara

2 hours ago
5














































