Suasana pasar tumpah Kampung Gajah, di Jalan Sersan Bajuri, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Ahad (16/7/2023). Sebelumnya kawasan tersebut adalah tempat wisata yang cukup dikenal mempunyai wahana yang cukup istimewa. Saat ini dimanfaatkan warga menjadi pasar tumpah yang cukup ramai setiap ahad.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- ZAA (14 tahun), seorang pelajar SMPN 26 Bandung ditemukan tewas di eks objek wisata Kampung Gajah, Jalan Sersan Bajuri Kampung Cihideung, RT 03/07, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pada Jumat (13/2/2026) malam. Dia dibunuh temannya sendiri berinisial YA (16) dan AP (17).
Kedua pelaku yang sudah dijadikan tersangka itu ditangkap Unit Resmob Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi pada Sabtu (14/2/2026) malam di daerah asalnya di Kabupaten Garut. Berikut sederet fakta kasus pembunuhan korban dan pelaku dibawah umur yang menggegerkan itu.
1. Direncanakan di Garut
Korban dan kedua tersangka diketahui sudah menjalin pertemanan. ZAA pernah tinggal di Garut lalu pindah ke Bandung, namun mereka tetap berkomunikasi. Namun, tersangka kesal dan sakit hati karena korban ingin memutuskan pertemanan.
Awalnya tersangka YA mengajak tersangka AP untuk berangkat dari Garut ke Bandung pada Sabtu (7/2/2026) namun batal. Hal itu dikarenakan tersangka AP masih ada pekerjaan. Akhirnya mereka berangkat ke Bandung pada Senin (9/2/2026) dengan niatan akan membunuh korban.
Hal itu dikuatkan dengan senjata tajam jenis pisau atau sangkur yang dibawa dan disimpan dalam jok motor. Kedua tersangka langsung menuju kawasan SMPN 26 Bandung tempat korban bersekolah.
"Pelaku sakit hati dan menyusul dari Garut menuju ke Kota Bandung dengan niatan untuk menghabisi atau membunuh korban," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra.
2. Dibawa dan dieksekusi di eks Kampung Gajah
Korban dan tersangka pun bersama-sama pergi ke eks objek wisata Kampung Gajah. Tersangka YA membawa korban ke area yang sepi, sedangkan tersangka AP bertugas untuk memantau situasi di tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian di lokasi sempat terjadi cekcok antara korban dengan tersangka YA.
Akhirnya tanpa pikir panjang tersangka YA langsung mengambil botol yang ada di sana untuk memukul kepala korban hingga tersungkur. Tak cukup sampai di situ, tersangka langsung mengambil senjata tajam yang diselipkan di jaket laku menusuk bagian perut korban hingga delapan kali.
"Keterangan pelaku korban ditinggalkan masih dalam keadaan hidup bernyawa. Kemudian pelaku mendatangi rekan pelaku berinisial AP dan menyampaikan yang intinya korban sudah dihabisi. Mereka langsung kembali ke Garut," ujar Niko.
3. Dilaporkan hilang

2 hours ago
5














































