Bank Syariah Mesir Tumbuh Kuat, Pembiayaan dan Laba Melonjak

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Di tengah tekanan ekonomi global, kinerja perbankan syariah di Mesir justru melaju. Abu Dhabi Islamic Bank Egypt (ADIB Mesir) mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025, mulai dari aset hingga laba bersih.

Total aset bank ini naik 33 persen menjadi 347 miliar pound Mesir, dari 260,5 miliar pound pada 2024. Pembiayaan dan fasilitas kredit tumbuh lebih tinggi, melonjak 53 persen menjadi 159 miliar pound. Dana simpanan nasabah juga meningkat 39 persen menjadi 278 miliar pound.

Kinerja tersebut mendorong laba bersih setelah pajak menjadi 12,6 miliar pound, naik 40 persen dibanding tahun sebelumnya. Manajemen memastikan capaian ini diraih tanpa keuntungan luar biasa atau transaksi satu kali.

Pendapatan total naik menjadi 23,6 miliar pound. Pendapatan dari penyaluran dana mencapai 20,2 miliar pound, sedangkan pendapatan berbasis komisi tumbuh 44 persen. Artinya, aktivitas nasabah tetap solid di tengah dinamika ekonomi.

Dari sisi permodalan, rasio pengembalian ekuitas tercatat 44 persen. Rasio kecukupan modal berada di level 19,44 persen, menunjukkan bantalan modal yang kuat untuk ekspansi lanjutan.

Jaringan layanan juga terus diperluas. Hingga akhir 2025, ADIB Mesir memiliki 75 cabang di Kairo dan sejumlah provinsi lain. Bank ini kembali dinobatkan sebagai Bank Syariah Terbaik di Mesir oleh majalah Global Finance untuk kedelapan kalinya berturut-turut.

CEO dan Managing Director Mohamed Aly menyebut capaian ini sebagai hasil konsistensi strategi. Menurutnya, tahun 2025 menjadi tonggak baru dalam perjalanan pertumbuhan bank syariah di Mesir.

“Kami bangga dengan kemajuan yang terus kami capai dari tahun ke tahun. Indikator kinerja kami mencerminkan eksekusi yang disiplin, ekspansi bisnis di semua sektor, dan arah strategi yang jelas. Ini adalah kisah sukses nyata sekaligus model keunggulan di pasar Mesir, khususnya dalam perbankan syariah,” ujarnya dikutip dari Zawya, Selasa (17/2/2026).

Bagi masyarakat Mesir, pertumbuhan ini berarti akses pembiayaan syariah yang makin luas dan stabil. Di tengah ketidakpastian global, kinerja bank syariah yang kuat memberi rasa aman baik bagi pelaku usaha maupun nasabah ritel.

Sumber

Zawya

Read Entire Article
Politics | | | |