Wamenhaj Pastikan Petugas Haji Dilatih Semi-Militer dan Bukan Orang Nebeng Naik Haji

5 days ago 19

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa petugas haji dilatih secara semi-militer terutama dalam hal kedisiplinan, rentang komando, dan kekompakan. Hal tersebut disampaikannya saat Pembekalan Petugas Haji Indoesia di Lapangan Galaxy Markas Komando Daerah Operasi Udara 1, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026) Dahnil mengatakan, pertama dalam sejarah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melakukan pembinaan secara serius terhadap petugas haji.

Karena salah satu kritik publik yang paling sering itu adalah soal dedikasi dan disiplin dari para petugas haji. Oleh sebab itu Presiden Prabowo memerintahkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk pertama-tama yang diubah adalah pola rekrutmen dan pola diklat terhadap petugas haji.Ia menerangkan, petugas haji selama ini hanya diklat paling tiga hari, itu pun cuma bimbingan teknis.

Sekarang mereka didiklat selama satu bulan, 20 hari di barak dan 10 hari secara daring."Nah 20 hari di barak itu mereka dilatih secara semi-militer terutama kedisiplinan, rentang komando, kemudian kekompakan dan alhamdulillah mereka bounding nih sekarang," kata Dahnil kepada Republika di Lapangan Galaxy Markas Komando Daerah Operasi Udara 1, Halim Perdanakusuma, Jumat (30/1/2026).

Dahnil mengatakan, petugas haji dapat dilihat kekompakannya, bahkan bapak-bapak dari militer kaget karena petugas haji bisa rapi dan tertib. Padahal rata-rata mereka orang-orang sipil dengan latar belakang profesi yang beda-beda.

Petugas haji ada dari kalangan dokter, dosen, bahkan ada yang profesor, ada juga tentara dan polisi, serta lainnya. Kemenhaj berharap dengan pola rekrutmen dan pelatihan seperti ini bisa menjawab kritik publik selama. Juga agar bisa menghindari ada orang-orang yang nebeng naik haji."

Jadi konsentrasi kami itu adalah ingin memastikan petugas haji itu niat utamanya itu adalah menjadi petugas haji, bukan orang-orang yang nebeng naik haji karena mereka sudah dilatih cukup lama sebagai sebuah tim," ujar Dahnil.

Wamenhaj juga berterima kasih kepada bapak-bapak dari TNI dan Polri yang terlibat langsung membangun tim petugas haji yang kuat. Nanti pada gelombang kedua ada pelatihan juga khusus untuk petugas haji di kloter dan embarkasi. Mereka lebih singkat pelatihannya, waktunya 10 hari. Tapi pendekatannya tetap semi-militer, disiplin, dan sebagainya.

Read Entire Article
Politics | | | |