Usia Produktif 15-44 Tahun Lebih Berisiko Terinfeksi Dengue

2 hours ago 2

Petugas melakukan pengasapan (fogging) pada kawasan pemukiman padat penduduk untuk mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Tanah Abang, Jakarta, Kamis (18/4/2024). Pengasapan tersebut dilakukan setelah ada laporan dua warga di lingkungan tersebut terkena penyakit DBD yang disebabkan gigitan dari nyamuk Aedes Aegypti. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta terdapat 3.875 kasus DBD di Jakarta sejak awal Januari 2024 yang mengakibatkan enam orang meninggal dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musim hujan membuat nyamuk penyebab dengue (DBD) lebih aktif dan agresif, meningkatkan risiko penularan khususnya pada kelompok usia produktif. Nyamuk Aedes aegypti aktif menggigit pada pagi dan sore hari saat masyarakat usia 15-44 tahun beraktivitas di luar rumah.

Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis penyakit tropik infeksi, Dr dr Adityo Susilo mengatakan, kondisi tersebut membuat kelompok usia produktif lebih rentan terinfeksi dengue saat musim hujan. "Nyamuk Aedes aktif di pagi dan sore hari, sama seperti jam aktivitas manusia. Jadi kelompok usia produktif antara 15 sampai 44 tahun itu lebih berisiko terinfeksi dengue," kata Adityo dalam diskusi media mengenai pencegahan dengue di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, musim hujan berperan besar dalam meningkatkan populasi nyamuk penyebab dengue. Curah hujan menyebabkan munculnya genangan air di berbagai tempat, mulai dari lubang, wadah, hingga barang bekas yang dibiarkan terbuka.

"Nyamuk dengue sangat mudah berkembang biak di genangan air. Musim hujan menyediakan banyak kantong genangan air, dan jika tidak dibersihkan atau dibiarkan saja, maka populasi nyamuk akan meningkat," kata dia.

Adityo menjelaskan, penyakit dengue memiliki beberapa spektrum, mulai dari demam dengue, demam berdarah dengue, hingga kondisi terberat yakni dengue shock syndrome. Namun di masyarakat, kondisi tersebut dikenal sebagai penyakit DBD. la juga menyoroti pola hujan yang tidak menentu sebagai faktor pemicu lonjakan kasus. Berdasarkan pengamatan klinis, peningkatan kasus sering terjadi saat hujan dan panas datang bergantian.

"Ketika hujan, lalu kering, kemudian hujan lagi, biasanya kasus mulai meningkat. Namun secara umum, kondisi hujan tetap memengaruhi risiko penularan dengue," kata dr Adityo.

Virus dengue diketahui memiliki empat serotipe yakni DENV 1, 2, 3 dan 4. Menurut dr Adityo, seseorang dapat terinfeksi virus dengue lebih dari satu kali sepanjang hidupnya apabila terpapar serotipe yang berbeda.

Read Entire Article
Politics | | | |