Inspirational Talk Hanta Yuda Rasyid Beri Beasiswa Pelajar dan Sumbang Rp2 M

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Founder dan Presiden Arroyyan-HYR Indonesia Hanta Yuda Rasyid (HYR) menghadiri Inspirational Talk bertajuk Break The Barrier bersama lebih dari 2.200 pelajar se-Kota Pangkalpinang di Novotel Bangka Convention Center. Antusiasme luar biasa dari peserta menjadikan acara ini ruang inspirasi sekaligus penguatan mental generasi muda untuk berani menembus keterbatasan demi meraih kesuksessan di masa depan.

Hanta juga menyerahkan Beasiswa Berprestasi bagi 51 pelajar dari SMP Negeri 5 Pangkalpinang dan SMA Negeri 3 Pangkalpinang sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan sekaligus kecintaan kepada Ibunda Rohaya Rais yang genap berusia 73 tahun. Total nilai beasiswa capai Rp100 juta dengan setiap pelajar menerima bantuan pendidikan sebesar Rp2 juta.

Sosok yang dikenal sebagai Founder dan Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia ini, turut memberikan sumbangan pendidikan dan pembangunan untuk SMP Negeri 5 Pangkalpinang dan SMA Negeri 3 Pangkalpinang. Kedua sekolah tersebut masing-masing menerima bantuan sebesar Rp1 miliar sehingga total sumbangan mencapai Rp2 miliar.

“Sebagai bentuk cinta dan hormat kami kepada Ibu Rohaya dan Ayahanda kami Bapak Abdurrasyid. Kami memberikan donasi dana pendidikan dan pembangunan sebesar Rp1 miliar untuk SMP Negeri 5 Pangkalpinang dan Rp1 miliar untuk SMA Negeri 3 Pangkalpinang,” kata Hanta Yuda Rasyid.

Founder dan CEO dari Sagha Group ini menyampaikan, bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan masjid, mushola, pembelian buku, atau sarana pendidikan lainnya sesuai kebutuhan sekolah. Hingga mampu memberikan dampak positif besar hingga generasi muda di masa depan.

"Insya Allah bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan masjid, mushola, pembelian buku, atau sarana pendidikan lainnya sesuai kebutuhan sekolah," ujar Slsosok yang dikenal luas sebagai Founder dan Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia ini.

Dalam pemaparannya, Hanta mengajak seluruh pelajar untuk meruntuhkan penghalang yang selama ini membatasi cara berpikir mereka. Dia menekankan bahwa latar belakang daerah, kondisi ekonomi, maupun asal sekolah bukan alasan untuk menyerah pada keadaan.

“Saya ingin mengajak kalian semua dalam semangat Break The Barrier-meruntuhkan semua penghalang dalam pikiran kalian. Jika dalam benak kalian berkata tidak mungkin sukses karena berasal dari daerah atau keluarga sederhana, hancurkan pikiran itu,” ucapnya.

Karenanya dia mendorong para pelajar untuk berani memiliki mimpi besar dan tidak takut bercita-cita setinggi mungkin. Menurut Dia, mimpi besar harus dibarengi dengan perjuangan nyata dan keberanian untuk melangkah.

Dia juga menekankan langkah besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Disiplin belajar, waktu, serta membantu orang tua disebutnya sebagai fondasi karakter yang tidak bisa ditawar.

“Langkah besar dimulai dari langkah kecil dan konsistensi. Kalahkan rasa malas, zona nyaman, dan ketakutan dalam diri kalian,” tambahnya.

Lebih lanjut dia menegaskan kunci utama kesuksesan terletak pada bakti kepada orang tua dan penghormatan terhadap guru. Dia menyebut doa orang tua sebagai senjata paling ampuh dalam perjalanan hidup seseorang.

“Setinggi apa pun jabatan kalian nanti, di depan orang tua kalian tetap anak dan di depan guru kalian tetap murid. Mintalah doa orang tua karena doa merekalah yang membuka jalan kesuksesan,” jelasnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |