Tertinggi di 2025, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Capai 5,39 Persen

2 hours ago 4

Foto udara sejumlah truk terjebak kemacetan di jalur utama pantura Semarang-Surabaya, Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/10/2025). Kemacetan tersebut terjadi akibat banjir di jalur utama Pantura Semarang - Surabaya yang disebabkan oleh anomali cuaca dengan intensitas hujan tinggi yang melanda pada Selasa (21/10) hingga Kamis (23/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 berdasarkan besaran produk domestik bruto atas dasar harga berlaku sebesar Rp6,147,2 triliun dan atas dasar harga konstan Rp3,474,5 triliun. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan sepanjang 2025, ekonomi Indonesia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku sebesar Rp23,821,1 triliun dan atas dasar harga konstan Rp13,580,5 triliun.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 bila dibandingkan dengan kuartal IV 2024 atau secara year-on-year mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen," ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Secara kumulatif, lanjut Amalia, ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen. Ia mengatakan menyampaikan perkembangan ekonomi Indonesia sejak kuartal I 2021 sampai dengan kuartal IV 2025 yang mana ekonomi kuartal IV 2025 tumbuh 5,39 persen dibandingkan kuartal yang sama di tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 yang sebesar 5,39 persen ini merupakan pertumbuhan tahunan kuartal IV tertinggi pasca pandemi covid-19," ucap dia.

Amalia pun menyampaikan perkembangan ekonomi global yang mana IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2025 secara global tumbuh 3,3 persen dan negara berkembang ekonominya tumbuh sekitar 4,4 persen dibandingkan dengan 2024. Ia mengatakan hasil proyeksi IMF ini juga menunjukkan inflasi negara berkembang pada 2025 relatif lebih tinggi dibandingkan kondisi global. 

"Selain itu, dapat kami sampaikan perkembangan pertumbuhan ekonomi beberapa negara mitra dagang utama Indonesia pada 2025," lanjutnya. 

Amalia mengatakan China mengalami pertumbuhan melambat secara yoy, tetapi tumbuh stabil secara C to C. Filipina tumbuh melambat secara year-on-year maupun C to C, tetapi Singapura dan Vietnam tumbuh menguat baik secara year-on-year maupun secara kumulatif. 

"Dengan gambaran tersebut kita dapat melihat bahwa ekonomi beberapa mitra dagang utama Indonesia tetap tumbuh di tengah pertumbuhan ekonomi global yang penuh tantangan di 2025," katanya.

Read Entire Article
Politics | | | |