Manajemen PSS Sleman Laporkan Oknum Suporter yang Nyalakan APAR Saat Laga Vs Barito Putera

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Manajemen PSS Sleman mengambil langkah tegas menyusul insiden berasap yang terjadi pada laga lawan Barito Putera di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (31/1/2026) malam. Insiden tersebut melibatkan oknum suporter yang menyalahgunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sehingga pertandingan sempat terhenti selama beberapa menit.

Insiden diketahui terjadi saat perpanjangan waktu babak kedua. Asap tebal tiba-tiba memenuhi stadion dan membuat pertandingan harus dihentikan sementara. Akibatnya, tujuh orang harus dilarikan ke rumah sakit, terdiri dari enam penonton dan satu petugas keamanan (steward).

Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti, menyampaikan pihak manajemen sangat menyayangkan dan prihatin atas kejadian tersebut. Manajemen, ofisial, dan pemain PSS Sleman menilai insiden itu membahayakan keselamatan banyak orang.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian agar diproses hukum.

"Kami melaporkan peristiwa yang membahayakan keselamatan orang itu kepada pihak kepolisian, agar oknum pelaku ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ucap Vita Subiyakti dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).

Selain menempuh jalur hukum, manajemen PSS Sleman juga melaporkan insiden tersebut kepada operator kompetisi.

"Atas peristiwa tersebut, sebagaimana regulasi dan kewajiban, Manajemen PSS Sleman telah melaporkan insiden tersebut ke PT. LIB (Liga Indonesia Baru), selalu operator kompetisi, dan tembusan ke Federasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)," ujarnya.

Terkait kondisi korban, Vita memastikan seluruhnya dalam keadaan stabil dan tidak memerlukan perawatan intensif. Mereka akan terus memantau perkembangannya.

"Berdasarkan pantauan kami langsung ke rumah sakit, semua korban mengalami cedera ringan tidak perlu rawat inap. Kami pun terus memantau perkembangannya," ungkap Vita.

Ia tak menanggapi sanksi hukuman yang dijatuhkan pada Laskar Mataram tersebut, namun manajemen PSS Sleman menegaskan insiden tersebut menjadi pembelajaran penting agar kejadian serupa tidak terulang di laga kandang berikutnya.

Pengawasan dan pengamanan pertandingan akan diperketat demi menjaga keselamatan seluruh pihak.

"Peristiwa tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi Manajemen PSS Sleman, untuk memastikan peristiwa serupa tidak terulang. Dari lubuk hati, marilah kita bersama-sama membangun prestasi dan menjaga nama baik PSS Sleman dan Sepak Bola Indonesia," ujarnya.

Read Entire Article
Politics | | | |