REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta berencana membuka jalur baru Transjabodetabek dengan rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada pekan depan. Tarif Tansjabodetabek rute baru itu akan sama seperti rute-rute yang sudah ada, yaitu Rp 3.500.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pembahasan akhir terkait pembukaan rute baru Transjabodetabek tersebut. Menurut dia, sejauh ini belum ada rencana perubahan tarif Transjabodetabek, termasuk untuk rute Blok M-Soetta yang bakal diresmikan pekan depan.
"Yang pertama, hari ini kebetulan kita ada ratas khusus untuk finalisasi Transjabodetabek yang dari Blok M ke Soekarno-Hatta. Mengenai rencana tarifnya belum ada perubahan," kata dia, Kamis (5/2/2026).
Ia menyebutkan, tarif Transjabodetabek akan tetap Rp 3.500 pada pukul 07.00-22.00 WIB. Sementara mulai dari pukul 05.00-07.00 WIB, tarif Transjabodetabek hanya Rp 2.000.
"Tetap sebelum jam 6 (jam 7) pagi Rp2.000, setelah jam 7 pagi Rp3.500. Jadi belum ada (perubahan tarif)," kata dia.
Pramono menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan 20 unit bus untuk melayani rute baru tersebut. Menurut dia, rute itu akan melayani perjalanan setiap 5-10 menit.
"Mengenai armada yang disiapkan untuk trayek ini adalah 20, sehingga dengan demikian setiap 5, maksimum 10 menit, itu selalu ada," ujar Pramono.
Sebelumnya, Pramono menilai, keberadaan Transjabodetabek rute Blok M-Soetta itu akan sangat membantu, khususnya untuk masyarakat yang biasa beraktivitas di bandara. Ia pun meyakini rute baru bakal banyak digunakan masyarakat.
“Minggu depan saya akan membuka rute baru dari Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta. Rute ini akan langsung dari Blok M ke Soekarno-Hatta. Saya percaya dan berharap rute ini akan seperti rute Blok M–Bogor," kata dia di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Ia menilai, salama ini Transjabodetabek rute Blok M-Bogor hampir selalu penuh setiap harinya. Hal itu menunjukkan bahwa layanan Transjabodetabek sudah berhasil memgurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Karena itu, menurut dia, Transjabodetabek rute Blok M-Soetta diperlukan. Pasalnya, selama ini masih banyak orang yang beraktivitas atau bekerja ke bandara di kawasan Tangerang itu menggunakan kendaraan pribadi.
"Jadi intinya begini, Transjabodetabek kan kita sudah buka dari Alam Sutera-Blok M, kemudian PIK 2-Blok M, dari Bogor-Blok M, Ancol-Blok M. Kemudian dari Soetta ke Blok M sangat diperlukan, dan untuk itu sedang dipersiapkan detailnya," kata dia.

2 hours ago
2















































